Pemkot Pastikan Hasil Swab Antigen Acak 365 Siswa Nihil Positif COVID

Swab antigen acak di sekolah. (Foto: Istimewa)
Swab antigen acak di sekolah. (Foto: Istimewa)

DepokToday – Tracing di SMPN 10 yang seorang siswanya ditemukan positif COVID-19 telah dilakukan Pemkot Depok. Di lain sisi, kegiatan swab antigen secara acak yang dilakukan di 11 sekolah dipastkan tidak ditemukan siswa yang positif.

Sekretaris Daerah Kota Depok, Supian Suri mengatakan, ada 365 siswa dan guru yang menjalani tes swab antigen secara acak pada Senin (18/10), semuanya menunjukkan hasil yang negatif. Ratusan siswa dan guru tersebut tersebar di 11 satuan pendidikan se-Kota Depok.

“Alhamdulillah, hasil tes swab antigen acak yang dilakukan ke siswa dan guru Senin kemarin, semuanya negatif,” jelas Supian Suri seperti dilansir dari situs berita.depok.go.id.

Adapun 11 satuan pendidikan yang melaksanakan Gebyar Germas Goes to School di antaranya, Pondok Pesantren (Ponpes) Darussalam, SDN Kalibaru 3, SDN Sukmajaya 5, SDN Depok 1. Kemudian, SMPN 13 Depok, SMPN 14 Depok, SMKN 2 Depok, TK Aisyiyah Beji, SDN Curug 2, SMPN 17 Depok, dan SMPN 9 Depok.

Lebih lanjut, Supian Suri menuturkan, pihak Dinkes Depok bakal terus melakukan tes swab antigen secara acak ke sekolah yang mengadakan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT). Sedikitnya 10 ribu siswa dan guru akan diswab untuk memastikan pemerataan pelaksanaan PTMT.

“Kami akan terus memonitor dan memastikan pelaksanaan PTMT berjalan aman, sehingga siswa dan guru di Depok sehat semua,” jelas pria yang juga Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Depok.

Selain Swab Antigen Acak, Pemkot Juga Atur Mekanisme PTMT

Untuk diketahui, pelaksanaan PTMT di sekolah sesuai dengan Peraturan Wali Kota (Perwal) Depok Nomor 66 Tahun 2021 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) di masa pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Baca Juga: Terpopuler DepokToday, 20 Oktober 2021: Mahasiswa Korea Histeris Dengan Jokowi, McDanny Jadi Incaran

Dalam Perwal tersebut juga mengatur prosedur PTMT di satuan pendidikan. Dimulai dari perihal kondisi kelas, pada masa transisi, satuan  pendidikan  jaga  jarak paling  sedikit  1,5 meter dan paling banyak 20  (dua  puluh)  peserta  didik per kelas, dikecualikan bagi satuan pendidikan TK, Kelompok Bermain (KB), Taman Penitipan  Anak  (TPA),  Satuan PAUD Sejenis (SPS) jaga jarak  paling  sedikit  1,5 meter dan paling banyak 10  peserta didik per kelas.

Sementara pada masa kebiasaan baru, satuan  pendidikan  jaga  jarak paling  sedikit  1,5 meter dan paling banyak 20 peserta  didik per kelas. Dikecualikan bagi Satuan Pendidikan TK, Kelompok Bermain (KB), Taman Penitipan  Anak  (TPA),  Satuan PAUD Sejenis (SPS) jaga jarak paling  sedikit  1,5 meter dan paling banyak 10 peserta didik per kelas. (lala/*)