Pemkot Depok Terbitkan Peraturan Salat dan Perayaan Idul Fitri 1442 Hijriah

Gedung Pemkot Depok (Foto: Depoktoday.com)
Gedung Pemkot Depok (Foto: Depoktoday.com)

BALAI KOTA—Pemerintah Kota (Pemkot) Depok mengeluarkan sejumlah aturan terkait pelaksanaan Itikaf, Salat Idul Fitri, dan Perayaan Idul Fitri 1442 Hijriah, yang ketiga kegiatannya berlangsung di masa pandemi COVID-19.

Dalam Surat Edaran (SE) Wali Kota Nomor : 451/203-HUK pada 29 April tersebut, diatur pelaksanaan itikaf 10 hari terakhir di bulan Ramadan, pelaksanaan Salat Idul Fitri, serta perayaan Idul Fitri.

Terkait pelaksanaan Salat Idul Fitri, agar membentuk kepanitiaan khusus yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan Salat Idul Fitri, baik di masjid atau lapangan untuk mengatur dan mengawasi pelaksanaan salat. Selain itu, panitia mengawasi penerapan protokol kesehatan di area tempat pelaksanaan salat Idul Fitri, dengan membuat surat pernyataan.

Pelaksanaan Salat Idul Fitri dapat dilaksanakan dengan memenuhi sejumlah aturan, seperti melakukan pembersihan atau desinfeksi ruangan, serta area pelaksanaan salat.

Kemudian, membatasi jumlah pintu masuk atau jalur keluar masuk tempat pelaksanaan salat, guna memudahkan penerapan dan pengawasan protokol kesehatan.

Menyediakan fasilitas cuci tangan,sabun, hand sanitizer di pintu masuk dan keluar tempat pelaksanaan Salat Idul Fitri, menyediakan alat pengecekan suhu bagi para jemaah serta melakukan pemeriksaan sebanyak dua kali dengan jarak tiga menit.

Jika ditemukan jemaah dengan suhu tubuh lebih dari 37,5 derajat celcius, tidak diperkenankan memasuki area tempat pelaksanaan Salat Idul Fitri.

DIBACA JUGA: 

Selanjutnya, menerapkan pembatasan jarak dengan memberikan tanda khusus, minimal jarak antar jemaah 1,5 meter, serta membatasi jumlah jemaah paling banyak 30 persen dari kapasitas ruangan yang ada. Mempersingkat watu pelaksanaan ibadah tanpa mengurangi ketentuan kesempurnaan beribadah.

Lalu memasang imbauan penerapan protokol kesehatan di area tempat pelaksanaan Salat Idul Fitri pada tempat yang mudah terlihat. Setiap jemaah menggunakan masker, dan membawa perlengkapan ibadah sendiri. Sebelum dan setelah Salat Idul Fitri, tidak diperkenanan bersalam-salaman atau kontak fisik.

Jemaah lanjut usia yang memiliki penyakit komorbit dan orang yang sedang sakit untuk tidak mengikuti kegiatan Salat Idul Fitri.  Seluruh jemaah diminta ikut peduli terhadap penerapan protokol kesehatan di tempat pelaksanaan Salat Idul Fitri sesuai dengan ketentuan.

Sementara, untuk perayaan Idul Fitri, kegiatan open house dan halal bihalal dengan mengundang banyak orang ditiadakan. Kegiatan silahturahmi Idul Fitri hanya dapat dilakukan dalam lingkungan keluarga, dengan menerapkan protokol kesehatan, serta kegiatan silahturahmi Idul Fitri diimbau untuk dilaksanakan secara virtual.

(tdr/*)