Pemkot Depok: Pasien Sembuh Bertambah 33 Orang, Positif 264  

Penyemprotan disinfektan di Depok (istimewa)

MARGONDA– Pemerintah Kota Depok kembali mengumumkan kabar bahagia lantaran jumlah pasien yang sembuh dari infeksi virus Corona (Covid-19), di kota itu terus bertambah. Berdasarkan data saat ini, pasien yang berhasil pulih naik dari 31 orang, menjadi 33 orang pada Rabu, 29 April 2020

Sedangkan jumlah pasien positif saat ini bertambah beberapa kasus, dari 256 orang menjadi 264 orang. Untuk korban meninggal dunia dengan status positif Corona masih bertahan di angka 18 orang. Selain data tersebut, pemerintah setempat juga mencatat data terbaru pada sejumlah kategori.

Di antaranya, untuk Orang Tanpa Gejala (OTG) dari 998 orang, bertambah menjadi 1.042 orang. Selesai pemantauan 233 orang. Kemudian mereka yang masih dalam pemantauan 809 orang.

Selanjutnya, untuk kategori Orang Dalam Pemantauan (ODP) bertambah dari 2.857 orang, menjadi 2.908 orang. Dari angka itu, selesai pemantauan 1.206 orang. Dan mereka (ODP) yang masih dalam pemantauan saat ini 1.702 orang.

Berikutnya, kategori Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dari 1.095 orang menjadi 1.126 orang. Selesai pengawasan untuk kasus itu bertambah dari 396 orang menjadi 410 orang.

Masih terkait angka tersebut (PDP), jumlah orang dalam pengawasan, 716 orang. Sedangkan jumlah PDP yang meninggal dunia 52 orang. Namun demikian, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana kembali menjelaskan, status PDP merupakan pasien yang belum bisa dinyatakan positif atau negatif, karena harus menunggu hasil PCR, yang datanya hanya dikeluarkan oleh Public Health Emergency Operating Center (PHEOC) Kemenkes RI.

“Dengan meningkatnya kasus konfirmasi ini, agar menjadi perhatian kita semua untuk lebih extra waspada terhadap penyebaran Covid-19 di Kota Depok,” katanya

Sementara itu, Wali Kota Depok, Mohammad Idris juga mengimbau agar warga menjalankan seluruh arahan dan protokol yang dikeluarkan pemerintah.

“Stop penyebaran Covid-19 dengan tetap tinggal di rumah, gunakan masker kain jika terpaksa harus keluar rumah dan ikuti protokol pemerintah,” kata Idris. (rul/*)