Pemkot Depok Lockdown Sejumlah Lokasi Wisata

Sejumlah aparat menjaga Alun-alun Kota Depok selama di lockdown (DepokToday.Rul)

MARGONDA– Selain telah meliburkan seluruh sekolah di wilayah Depok, Jawa Barat, pemerintah setempat juga me-lockdown (menutup) sejumlah ruang publik untuk mengantisipasi penyebaran wabah virus Covid-19 (corona).

Salah satu lokasi yang ditutup untuk umum selama dua pekan itu ialah area Alun-alun Kota Depok. Pantauan dilokasi melaporkan, tempat itu terlihat sepi, berbeda dengan hari-hari sebelumnya. Garis pembatas terlihat menutupi seluruh area masuk alun-alun yang berada di kawasan Grand Depok City (GDC) ini.

Tampak pula sejumlah aparat SatpolPP dan Dishub berjaga-jaga di sekitar lokasi, Minggu 15 Maret 2020. Meski demikian, sebagian besar pedagang kaki lima yang berada di dekat alun-alun masih memilih bertahan, kendati nyaris tak ada pengunjung yang datang.

Langkah pemerintah setempat menutup area publik ini tertuang dalam surat edaran Wali Kota Depok, Mohammad Idris. Imbauan itu tertera pada poin ke-lima sampai nomor tujuh dalam surat edaran wali kota bernomor 443/132-Huk/Dinkes tentang tindak lanjut pencegahan penyebaran corona virus disease (COVID-19) di Kota Depok, Sabtu 14 Maret 2020.

Pada poin ke-lima, Idris meminta agar Dinas Perhubungan (Dishub) meniadakan kegiatan car free day sementara waktu. “Dinas perhubungan meniadakan sementara kegiatan car free day.”

Kemudian, Idris juga meminta Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan atau DLHK menutup sementara Alun-alun Kota Depok. Sedangkan pada poin ke-tujuh, segala bentuk kegiatan pertandingan olahraga diminta ditunda untuk menghindari penyebaran pandemi virus Corona.

Masih dalam poin ke-tujuh, wali kota juga meminta agar seluruh OPD menunda kegiatan kunjungan kerja dan menerima kunjungan kerja.Termasuk menunda atau tidak melaksanakan kegiatan yang memobilisasi atau mengumpulkan pegawai atau masyarakat dalam jumlah besar pada suatu lokasi.

Sementara untuk di lingkungan Pemerintahan Kota Depok, Idris meniadakan kegiatan apel pagi dan upacara yang rutin dilakukan.

Disisi lain, kondisi ini juga berdampak pada sektor wisata atau tempat hiburan lainnya yang dikelola oleh swasta. Diantaranya seperti kolam renang. Di beberapa tempat, meski tidak ditutup oleh pihak pengelola, namun wahana bermain air itu tampak sepi pengunjung. (rul/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here