Pemkot Depok Janji Stabilkan Harga Rempah-rempah yang Meroket karena Corona

0
255
Pasar Kemirimuka.(DepokToday/Aji)

BALAI KOTA-Pemerintah Kota (Pemkot) Depok merespons cepat kenaikan harga rempah-rempah yang bisa dijadikan konsumsi herbal di pasar tradisional akibat virus corona.

Pemkot pun berjanji segera menstabilkan harga dengan cara melalukan operasi pasar. “Tentunya operasi pasar nanti ada, karena ini bagian dari kerja-kerja crisis center,” kata Wali Kota Depok, Mohammad Idris, kepada wartawan, Jumat (6/3/2020).

Namun ketika ditanya kapan operasi pasar ini bakal diselenggarakan, Idris belum bisa memberikan kepastian. “Belum ada (tenggat waktu operasi pasar),” tuturnya.

Idris menjelaskan, untuk menstabilkan harga bahan-bahan jamu, operasi pasar yang dimaksud cukup berupa sosialisasi, baik ke pedagang-pedagang maupun para pembeli.

“Sosialisasi saja, kan kalau kita datangi satu-satu juga susah. Atau kita ke Menteri Perdagangan kali ya, untuk membantu menyadarkan masyarakat,” paparnya.

Seperti diketahui, sejumlah tanaman herbal belakangan ini mengalami lonjakan harga. Kondisi ini terjadi di sejumlah daerah, termasuk di Kota Depok.

Kenaikan harga bahan baku untuk membuat jamu ini telah terjadi seiring merebaknya isu virus corona, sejak beberapa hari terakhir.

Harga yang melambung cukup tinggi itu diantaranya temulawak, daun sereh, jahe dan kunyit. Di Pasar Kemirimuka, Kecamatan Beji Depok, harga temulawak yang tadinya, Rp 10 ribu kini menjadi Rp 50 ribu.

Sedangkan jahe dari Rp 20 ribu menjadi Rp 40 ribu. Sereh dari Rp 4.000 jadi Rp 10 ribu. Kalau kunyit dari kisaran Rp 5.000-6.000 jadi Rp 12 ribu.(rul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here