Pemkot Depok Jamin Biaya Berobat Korban Hepatitis

Kabid Pelayanan Medis RSUD Depok, Lely Nurlaely (DepokToday, Rul)

PANMAS– Pemerintah Kota Depok menanggung seluruh biaya pengobatan untuk mereka yang terjangkit virus Hepatis A. Kasus yang telah mewabah di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 20 Depok itu telah ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) parsial.

Data Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat menncatat, dari 71 orang yang terindikasi dan telah diambil sample darah, sebanyak 51 orang diantaranya positif terjangkit Hepatitis A dan sembilan oranng diantaranya masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Depok, Jawa Barat.

“Sampai saat ini pasien yang dirawat di RSUD dengan diagnosa Hepatitis A SMP 20 ada sembilan orang. Total (yang telah dirawat) ada 15 orang, sembilan diantaranya hingga kini masih dirawat. Sisanya pulang dan tentunya ada kontrol nanti ke RSUD,” kata Kabid Pelayanan Medis RSUD Depok, Lely Nurlaely, Jumat 29 November 2019

Dirinya menjelaskan, kondisi sejumlah pasien tersebut saat ini mulai berangsur membaik. “Jadi tentu kita berharap dengan adanya perawatan yang telah dilakukan RSUD pasien hepatitis segera pulih dan pulang,” ujarnya

Lely mengungkapkan, keluhan para pasien seperti infeksi virus pada umumnya, yakni demam, mual kemudian yang khasnya ada kejala kuning. Mereka yang terjangkit virus tersebut di tempatkan di ruang khusus di RSUD.

“Sebenarnya bukan ruang khusus untuk hepatitis, tapi ini kita lakukan untuk memudahkan pemantauan jadi kita tempatkan di satu ruangan.”

Lebih lanjut Lely mengatakan, untuk masa pemulihan tergantung pada kondisi tubuh si pasien.  “Kalau daya tahan tubuhnya bagus penyembuhan lebih cepat,” tuturnya

Ditanggung Pemkot

Sementara itu, Kepala Dinkes Kota Depok, dokter Novarita mengungkapkan, sesuai dengan ketentuan yang berlaku, jika telah ditetapkan sebagai KLB, artinya semua biaya pengobatan ditanggung oleh pemerintah.

“Tapi hanya untuk yang di rawat di kelas tiga di RSUD Depok. Intinya harus ada rekomendasi dari pihak sekolah atau ada kaitanya, maka itu kami tanggapi seperti anggota keluarganya atau temannya, yang penting ada datanya akan kita cover,” jelasnya

Novarita mengatakan, dana yang disiapkan itu berasal dari anggaran bantuan tidak terencana yang bersumber pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). “Jadi kita cover selama masih dalam status KLB.” (rul/*)