Pemkot Depok Investigasi Pasien COVID yang Meninggal di Taksi Online

Gedung Balai Kota Depok (DepokToday.com)
Gedung Balai Kota Depok (DepokToday.com)

MARGONDA- Pemerintah Kota Depok berjanji bakal melakukan investigasi terkait adanya laporan pasien COVID-19 yang meninggal di taksi online setelah sempat ditolak 10 rumah sakit.

“Perlu kami jelaskan, pertama kami sudah menghubungi sumber informasi dalam hal ini salah satunya adalah dari pihak Lapor COVID-19 sampai saat ini belum bersedia menyampaikan informasi data pasien tersebut,” jelas Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Depok, Dadang Wihana, Kamis 21 Januari 2021

Baca Juga: VIDEO: Begini Cara Aparat Musnahkan Sabu 44 Kg

Ia mengaku, telah melakukan konfirmasi pada Lapor COVID-19 sebagai salah satu sumber yang menyampaikan bahwa kejadian ini dimulai dari rumah sakit yang ada di Depok.

Dari hasil keterangan sementara, pasien tersebut sempat dirawat di Instalasi Gawat Darurat (IGD) selama dua hari. Tapi karena tidak adanya ruang perawatan (penuh), maka dibawa pulang.

“Nah ketika dibawa pulang ada perburukan (kondisi kesehatan) sehingga pihak keluarga menelepon 119. Karena sedang penuh dan diputuskan dengan menggunakan taksi daring, itu sementara yang didapat,” kata Dadang

Kemudian, menurut informasi si pasien dibawa ke salah satu rumah sakit di Depok, selebihnya di Jakarta karena keterbatasan layanan rumah sakit. “Saat akan mencari lagi meninggal dunia.”

Dadang mengaku, sampai saat ini pihaknya belum mengetahui apakah pasien tersebut dimakamkan sesuai protokol COVID-19 atau tidak.

“Kami menunggu informasinya dari Lapor COVID-19. Kami mengharapkan Lapor COVID-19 atau CISDI melaporkan datanya kepada kita, agar kita bisa melakukan investigasi terkait dengan kejadian ini.” (rul/*)