Pemkot Depok Bakal Segera Bangun Kawasan Wisata Sejarah Belanda

Gambar rencana penataan kawasan destinasi wisata sejarah Belanda di Depok Lama. (Istimewa)
Gambar rencana penataan kawasan destinasi wisata sejarah Belanda di Depok Lama. (Istimewa)

DepokToday – Pemerintah Kota Depok bersama dengan Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) bakal menjalin kerjasama dengan Pemerintah Belanda untuk mewujudkan membangun wisata sejarah Belanda di kawasan Depok Lama (Kecamatan Pancoran Mas).

Kawasan Depok Lama memang banyak ditinggali warisan Belanda, mulai dari arsitektur bangunan hingga histori sejarahnya. Jika dibandingkan hampir mirip dengan wilayah Kota Tua, DKI Jakarta.

Wakil Wali Kota Depok, Imam Budi Hartono menyebut, Pemkot Depok tengah merancang pengembangan kawasan itu. Pertemuan antara pemerintah dengan FTUI telah digelar pada Kamis 28 Oktober 2021 lalu.

“Semua perencanaan tengah disusun untuk mewujudkan Heritage Depok Lama tersebut. Namun, terlebih dahulu dilakukan kerjasama dengan Pemerintah Belanda,” kata Imam dilansir dari Depok.go.id, Sabtu 30 Oktober 2021.

Imam mengatakan, kerjasama yang pertama adalah ingin dibuat konsep sister city dengan Belanda agar peninggalan sejarahnya di Kota Depok bisa jadi destinasi bagi warga dunia.

Politikus PKS itu mengatakan, pencanangan tersebut nantinya akan melibatkan pentahelix antara Pemerintah Kota, Kedutaan Besar Belanda, FTUI, komunitas-komunitas, dan pengusaha.

“Kerjasama berlima untuk mewujudkan itu. Kita angkat budaya-budaya Depok, baik dari segi religius keislaman dan budaya sejarahnya akan dibuat museum peninggalan benda sejarah di Kota Depok dan satu kegiatan bersifat international karena sudah terbentuk di Depok. Semoga terealisasi tunggu saja,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Depok, Dadang Wihana mengungkap, pembahasan pembangunan infrastruktur Heritage Depok Lama itu juga melibatkan Dewan Riset Daerah DKI Jakarta dan Perangkat Daerah terkait seperti Bappeda dan Disporyata Depok.

“Nantinya kawasan tersebut akan disulap menjadi destinasi wisata bersejarah,” kata Dadang. (ade/*)