Pemkot Depok Ajukan Penambahan Bed COVID-19 Ke Pemprov Jabar

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Depok, Dadang Wihana (Istimewa)

DEPOK – Pemerintah Kota Depok berencana menambah lagi bed khusus pasien COVID-19 dengan menambah gedung lagi sebagai tempat perawatan pasien. Rencana itu telah disampaikan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 (GTPPC), Dadang Wihana mengatakan, pihaknya telah melayangkan surat ke Pemprov Jabar sebagai upayanya menambah bed perawatan tersebut.

“Kita sudah layangkan surat ke Provinsi Jawa Barat, usulannya RSD (Rumah Sakit Darurat) atau tempat isolasi OTG atau Gejala Ringan,” kata Dadang kepada wartawan, Senin 28 Juni 2021.

Baca Juga : Data COVID Depok 27 Juni, Sehari Tembus 798 Kasus

Dadang mengatakan, jika direstui menyediakan tempat isolasi OTG, pihaknya telah menyiapkan Asrama Mahasiswa Universitas Indonesia yang lokasinya tidak jauh dari Wisma Makara UI.

“Hari ini kita sedang dihitung kebutuhannya, Asrama Mahasiswa UI diperkirakan dapat menampung sebanyak 300 tempat tidur,” kata Dadang.

Lebih jauh Dadang mengatakan, selain upaya meminta kepada Pemprov Jawa Barat penambahan lokasi baru, pihaknya juga telah mengupayakan penambahan tempat tidur pada rumah sakit-rumah sakit yang saat ini melayani COVID-19 di Kota Depok.

“Untuk bed RS, kita upayakan penambahan bed, saat ini total bed ICU dan isolasi berjumlah 1100 bed,” kata Dadang.

Update Bed COVID-19 Kota Depok

Pada tanggal 27 Juni 2021, Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 atau pikobar.jabarprov.go.id, mencatat Bed Occupancy Rate atau BOR pada rumah sakit di Kota Depok telah mencapai 96,27 persen dengan rincian 1059 tempat tidur terpakai dari 1100 kapasitas. Baca Selengkapnya : [Update] Data BOR Rumah Sakit di Kota Depok, Minggu 27 Juni 2021 (ade/*)