Pemerintah Kucurkan Dana PSO Rp3,4 Triliun untuk Operasional KA Ekonomi

PSO Kereta Ekonomi 2021
Penandatanganan Kontrak Penyelenggaraan Kewajiban PSO Angkutan Penumpang Kereta Api Kelas Ekonomi oleh Direktur Utama KAI, Didiek Hartantyo, dan Dirjen Perkeretaapian Kemenhub, Zulfikri, yang disaksikan oleh Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, di Stasiun Yogyakarta. (Foto: Dok. KAI)

YOGYAKARTA—Pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengucurkan dana Public Service Obligation (PSO) sebesar Rp3,448 triliun kepada PT Kereta Api Indonesia (Persero) untuk operasional kereta api kelas ekonomi di tahun 2021.

Jumlah yang diberikan pemerintah kepada KAI ini meningkat 37% dibandingkan PSO tahun 2020 sebesar Rp2,519 triliun.

Pemberian dana PSO tahun 2021 ditandai dengan penandatanganan Kontrak Penyelenggaraan Kewajiban PSO Angkutan Penumpang Kereta Api Kelas Ekonomi oleh Direktur Utama KAI, Didiek Hartantyo, dan Dirjen Perkeretaapian Kemenhub, Zulfikri, yang disaksikan oleh Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, di Stasiun Yogyakarta, Minggu 14 Februari 2021.

“KAI berkomitmen untuk memenuhi penugasan tersebut dengan sebaik-baiknya. Dengan cara dengan memberikan layanan yang prima dari sisi sarana, fasilitas, dan pelayanan yang diberikan kepada para pelanggan kereta api dengan memenuhi standar pelayanan minimum yang sudah ditetapkan dalam peraturan Menteri Perhubungan No 63 tahun 2019,” ujar Direktur Utama KAI, Didiek Hartantyo, dalam keterangan tertulisnya.

Dibaca Juga: https://depoktoday.hops.id/kemenhub-dan-pt-kai-selenggarakan-angkutan-motis-2020-pendaftaran-sudah-dibuka/

KAI akan menjalankan penugasan yang telah dimulai sejak 1 Januari sampai 31 Desember 2021, berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 355 Tahun 2020 tentang Penugasan kepada KAI untuk Menyelenggarakan Kewajiban Pelayanan Publik/PSO Angkutan Orang dengan Kereta Api Kelas Ekonomi Tahun Anggaran 2021.

Adapun PSO tersebut dialokasikan untuk perjalanan KA Jarak Jauh, KA Jarak Sedang, KA Lebaran, KA Jarak Dekat, Kereta Rel Diesel, Kereta Rel Listrik Jabodetabek, dan Kereta Rel Listrik Yogya-Solo.

“PSO ini merupakan wujud nyata pemerintah hadir untuk masyarakat melalui KAI. Sehingga mari bersama-sama kita laksanakan dengan sebaik-baiknya untuk masyarakat yang akan menggunakan transportasi kereta api,” ujar Didiek.

Di masa pandemi Covid-19 ini, KAI juga berkomitmen untuk selalu konsisten dalam melaksanakan protokol kesehatan dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19 baik di stasiun maupun selama dalam perjalanan.

“Saya ucapkan terima kasih kepada Kementerian Perhubungan atas dukungan yang sangat besar kepada KAI dalam rangka menghadirkan layanan kereta api yang terjangkau dan dapat diandalkan oleh masyarakat,” tutup Didiek.

Sementara itu, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, mengatakan, pemberian PSO ini merupakan bukti bahwa negara hadir untuk memberikan pelayanan angkutan kereta api yang prima dan konsisten sampai ke pelosok dengan memberikan tarif yang terjangkau.

Ia menjelaskan, moda kereta api menjadi salah satu moda yang diminati seluruh lapisan masyarakat. Di masa pandemi ini, ia meminta agar pelayanan kereta api memastikan penerapan protokol kesehatan berjalan dengan baik.

(tdr/*)