Pemerintah Kaji Pembelajaran Tatap Muka di Daerah Level 4, Ini Skemanya

Seorang siswa G-Labs tampak semangat mengikuti sistem pembelajaran yang dilakukan secara online (DepokToday.com)
Seorang siswa G-Labs tampak semangat mengikuti sistem pembelajaran yang dilakukan secara online (DepokToday.com)

DepokToday – Satgas COVID-19 pusat menyebutkan, dengan menurunnya level daerah dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa – Bali juga akan diikuti diselenggarakannya pembelajaran tatap muka atau PTM di sekolah.

Untuk daerah level 4, pemerintah tengah mengkaji untuk melakukan pembelajaran tatap muka. Sejumlah aturan yang lengkap tengah digodok saat ini.

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito mengatakan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi mengizinkan untuk daerah dengan level PPKM dari 1 sampai 3 menjalankan pembelajaran tatap muka.

“Pembelajaran tatap muka terbatas dapat dilakukan pada daerah dengan level PPKM 1 – 3. Namun tetap mengedepankan protokol kesehatan, prinsip kehati-hatian, serta kesehatan dan keselamatan seluruh insan kependidikan dan keluarganya,” sebut Wiku dilansir dari situs covid-19.go.id, Kamis 26 Agustus 2021.

Sedangkan, bagi wilayah PPKM level 4 tetap melakukan pembelajaran jarak jauh. Pemerintah diminta menjalankan arahan terkait hal ini dengan baik. Meskipun demikian, pemerintah juga akan melakukan persiapan teknis asesmen nasional atau simulasi jelang pembukaan kegiatan sekolah tatap muka bagi daerah Level 4.

Baca Juga: Polres Depok Bekuk Pembobol ATM, Pengelola Bank Wajib Tau Modusnya

“PPKM Jawa – Bali pada level 4, akan dilakukan persiapan teknis asesmen nasional atau simulasi mulai 24 Agustus hingga 2 September 2021 mendatang dengan kapasitas maksimal 25 persen pendidik dan tenaga pendidik,” tambah Wiku.

Sebagai informasi, pemerintah kembali memperpanjang PPKM, untuk daerah Jabodetabek dan sejumlah wilayah lainnya, keadaan PPKM turun menjadi level 3. Adanya penurunan status ini membuat sejumlah aturan juga dilonggarkan.

Seperti di Kota Depok, dimana aturan untuk merangsang percepatan ekonomi dilakukan. Meski begitu, tidak boleh sampai terlena, sebab, penambahan kasus COVID-19 masih terus berlangsung hingga saat ini. (lala/*)