Pemerintah Izinkan Orang dari Luar Negeri Bawa Minuman Beralkohol 2 Liter

Ilustrasi pro dan kontra larangan minuman beralkohol di Kota Depok (Foto: Istimewa)
Ilustrasi pro dan kontra larangan minuman beralkohol di Kota Depok (Foto: Istimewa)

DepokToday- Mulai 1 Januari 2022, penumpang dari luar negeri bisa membawa minuman beralkohol untuk konsumsi pribadi maksimal 2.250 ml per orang. Volume tersebut bertambah dari saat ini yang jumlahnya sekira 1.000 ml per orang.

Melansir Tempo pada Jumat 12 November 2021, keputusan itu tertuang dalam bunyi Pasal 50 di Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 20 Tahun 2021 tentang Kebijakan dan Pengaturan Impor. Beleid ini teah diteken Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi sejak 1 April 2021.

Baca Juga: Lagi, Pelaku Rumsong Gentayangan Kuras Isi Rumah Warga Depok

Semula, Lutfi menerbitkan Permendag 20 Tahun 2014 tentang Pengadaan, Peredaran, dan Penjualan Minuman Beralkohol pada 11 April 2014. Saat itu ia menjabat sebagai menteri perdagangan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY.

Kemudian, dalam Pasal 27 disebutkan bahwa setiap orang dilarang membawa minuman beralkohol dari luar negeri sebagai barang bawaan. Kecuali, untuk dikonsumsi sendiri paling banyak 1000 ml per orang dengan isi kemasan tidak kurang dari 180 ml.

Nah ternyata beleid ini pun sudah enam kali diubah hingga terakhir kali lewat Permendag 25 Tahun 2019. Lalu Permendag 20 Tahun 2021 ini, semua ketentuan lama tersebut resmi dicabut dan dinyatakan tidak berlaku sesuai Pasal 53 huruf d.

Baca Juga: Warga Kelurahan Ratu Jaya Diguyur Ratusan Sertifikat Tanah

Selanjutnya, pada Pasal 52 huruf i mengatur bahwa semua aturan lama masih akan berlaku, tapi hanya sampai 31 Desember 2021.

Setelah itu, aturannya akan mengacu langsung ke Permendag 20 Tahun 2021. Dalam dokumen Permendag 20, tertera lampiran IV tentang daftar barang yang dikecualikan impornya dan tidak dilakukan kegiatan usaha. Di dalamnya, ada bagian XXIII yang mengatur minuman berlalkohol.

Dan pada nomor 128 di bagian ini disebutkan bahwa salah satu pengecualian yaitu barang bawaan penumpang untuk dikonsumsi sendiri. Paling banyak 2.250 ml per orang.

MUI Protes Minuman Beralkohol

Keputusan ini kabarnya diprotes Majelis Ulama Indonesia (MUI). Tak hanya itu, MUI juga mendesak Lutfi agar membatalkan Permendag 20 Tahun 2021 ini.

“Kami berharap Permendag ini dibatalkan, demi menjaga moral dan akal sehat anak bangsa juga kerugian negara,” ucap Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah, Muhammad Cholil Nafis dalam keterangan tertulis yang dikutip dari Tempo.

Menurut Cholil, aturan baru ini cenderung memihak kepentingan wisatawan asing. Sebaliknya, beleid ini dianggap merugikan anak bangsa dan pendapatan negara. (rul/*)