Pemerintah Amerika Mengaku Tak Punya Niat Musuhi Korut

Bendera Korut dan Amerika (Foto: Istimewa)
Bendera Korut dan Amerika (Foto: Istimewa)

DepokToday- Belum lama ini, Pemerintah Amerika Serikat telah menawarkan diri untuk bertemu dengan pimpinan Korea Utara (Korut) tanpa prasayarat. Mereka ingin menegaskan bahwa tak ada niat untuk memusuhi negeri yang dipimpin oleh Kim Jong Un tersebut.

Melansir Republika, pernyataan itu disampaikan Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB Linda Thomas-Greenfield, saat negara-negara anggota Dewan Keamanan PBB bertemu untuk membahas tentang peluncuran rudal terbaru Korea Utara.

“Korea Utara harus mematuhi resolusi Dewan Keamanan (PBB) dan sudah waktunya untuk terlibat dalam dialog yang berkelanjutan dan substantif menuju tujuan denuklirisasi lengkap di Semenanjung Korea,” katanya dikutip pada Jumat 22 Oktober 2021.

Baca Juga: Sesak Nafas atau Asma Disebabkan Gangguan Jin, Ini Penyebabnya   

Seperti diketahui, Korea Utara telah lama menuduh Amerika Serikat memiliki kebijakan yang bermusuhan terhadap negara Asia itu.

Pejabat Pyongyang bahkan menegaskan bahwa negara itu memiliki hak untuk mengembangkan senjata untuk pertahanan diri. Terkait hal itu Korea Utara telah dikenai sanksi PBB sejak 2006.

Konflik Amerika dan Korut

Sanksi itu terus diperkuat dalam upaya untuk memotong dana bagi program nuklir dan rudal balistik Korut atau yang dikenal dengan sebutan Republik Rakyat Demokratik Korea (DPRK). Langkah-langkah sanksi tersebut termasuk larangan peluncuran rudal balistik.

“Kami telah menawarkan untuk bertemu dengan pejabat DPRK, tanpa prasyarat apa pun, dan kami telah menjelaskan bahwa kami tidak memiliki niat bermusuhan terhadap DPRK,” ucap Thomas-Greenfield.

Baca Juga: Lagi, Perempuan Jadi Korban Pelecehan di Jalan Margonda Depok

Namun, misi Korut untuk PBB di New York tidak segera menanggapi permintaan komentar atas pernyataan Thomas-Greenfield.

Pada 2018 dan 2019, pemimpin Korut Kim Jong Un dan Presiden AS saat itu Donald Trump bertemu tiga kali, tetapi pertemuan itu gagal membuat kemajuan.

AS ingin agar Pyongyang menyerahkan senjata nuklirnya. Sebaliknya Korea Utara ingin agar sanksi terhadap mereka diakhiri. (rul/*)