Pembunuhan Sopir Angkot di Depok Dipicu Cinta Segitiga

Polisi ringkus pembunuh sopir angkot di Depok (DepokToday, pam)

MARGONDA– Motif dibalik kasus pembunuhan sadis yang menewaskan Jimi Wijaya (sopir angkot) di kawasan Palsigunung, Kecamatan Cimanggis, Depok, Jawa Barat akhirnya terkuak. Polisi meyakini, aksi keji itu dilatarbelakangi cinta segitiga.

Kapolresta Depok, Ajun Komisaris Besar Polisi Azis Andiransyah mengungkapkan, terkait dengan peristiwa itu pihaknya telah memeriksa empat orang saksi, salah satu diantaranya adalah DN, teman wanit korban pelaku.

“Jadi kami sudah memeriksa empat saksi, diantaranya satu teman wanita dan sisanya teman kos pelaku maupun korban,” katanya saat dikonfirmasi awak media pada Selasa 8 Oktober 2019

Dari hasil autopsi menyebutkan, korban tewas akibat tusukan benda tajam pada bagian dada sebelah kiri “Benar korban ada luka sayatan dan tusukan benda tajam yang identik dengan barang bukti yang kita dapatkan, yakni berupa pisau sangkur,” ujarnya

Berdasarkan pemeriksaan terhadap pelaku, kata Azis, kasus ini diduga dilatarbelakangi asmara. “Tsk mengakui ada masalah asmara dengan pelaku. Korban dan teman wanitanya, cinta segitiga masalah asmara.”

Lebih lanjut Azis mengatakan, antara korban dan pelaku sudah lama terjadi perselisihan. Kemudian pada saat kejadian korban mendobrak pintu kosan pelaku. “Karena pelaku merasan terancam kemudian mengeluarkan pisau dan korban ditusuk oleh tsk,” tuturnya

Guna penyelidikan lebih lanjut, teman wanita yang ditangkap ketika bersama pelaku saat ini dijadikan saksi. “Dia ada di lokasi ketika terjadi perselisihan. Korban ketika ditusuk sempat melarikan diri dan pelaku kabur sembunyi bersama teman wanitanya,” ujarnya

“Intinya korban itu dia ingin mengingatkan pada pelaku untuk memulangkan teman wanitanya ke rumahnya, tapi pelaku emosi sehingga terjadilah kasus ini,” timpal Kapolsek Cimanggis, Ajun Komisaris Polisi Bagus Panuntun.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya itu, Heru Saputra (tersangka) terancam dijerat dengan pasal 351 ayat 3 tentang penganiayaan yang menyebabkan hilangnya nyawa orang lain kemudian dilapis pasal 338 di ancaman hukum 15 tahun penjara.

Seperti diketahui, tak lebih dari 24 jam, Tim Buru Sergap (Buser) Polsek Cimanggis berhasil meringkus pelaku Heru Saputra di tempat persembunyiannya di kawasan Lenteng Agung pada Senin siang, 7 Oktober 2019.

Diberitakan sebelumnya, jasad Jimi ditemukan warga bersimbah darah pada Senin pagi. Sejumlah warga mengaku sempat mendengar keributan di salah satu kost-kostan tersebut sekira pukul 03:30 WIB. Guna penyelidikan lebih lanjut kasusnya ditangani Polsek Cimanggis. (idr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here