Pembangunan di Depok Lambat, Pradi: Tidak Bisa Dibiarkan

Pradi-Afifah saat debat terbuka (Istimewa)

JAKARTA- Calon Wali Kota Depok, Pradi Supriatna mengungkapkan, tema debat terbuka tentang kesejahteraan, kesehatan dan kesenjangan di era kehidupan baru adalah masalah sangat relevan dalam konteks kehidupan warga saat ini.

“Selama empat setengah tahun saya berada di dalam pemerintahan Kota Depok sebagai wakil wali kota, kewenangan saya terbatas bahkan bisa dibilang dibatasi,” katanya dalam debat terbuka yang disiarkan secara langsung di salah satu stasiun televisi swasta pada Senin malam, 30 November 2020

Menurutnya selama ini pembangunan di Kota Depok bergerak sangat lambat. Banyak kebijakan dibuat ke arah yang tidak tepat dan ini tidak bisa dibiarkan atau diteruskan.

“Kota Depok membutuhkan pemimpin yang berani melakukan terobosan, membuat inovasi, menciptakan pembaruan dan mampu beradaptasi dengan perubahan,” ujarnya

Baca Juga: Ini Jurus Jitu Pradi-Afifah Genjot Pembangunan Hingga Pelosok Depok

Pradi pun optimis, bersama Afifah Alia sebagai wakil-nya, dapat menawarkan perubahan dan berkomitmen untuk Depok selama lima tahun kedepan. Ia menyebut, ada sejumlah tantangan yang akan dibenahi ketika terpilih menjadi wali kota.

“Pertama, saya akan mengatasi masalah kesehatan. Kami akan membenahi pelayanan kesehatan yang lebih berkualitas dengan menyiapkan tiga unit ambulance setiap kelurahan serta tugasnya sebagai rumah sakit keliling untuk menjemput warga yang sakit,” janjinya

Kemudian, ia berambisi membangun puskesmas di setiap kelurahan dan satu unit puskesmas yang memiliki fasilitas rawat inap di setiap kecamatan serta berobat gratis, di puskesmas dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) hanya dengan cukup menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) Depok

“Kami akan memperbaiki posyandu dan posbindu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di masyarakat dan menugaskan satu dokter berkunjung sekali dalam sebulan,” katanya

Berkenaan dengan masalah ekonomi, pasangan Pradi-Afifah berjanji akan melakukan pelatihan entrepreneur baru UMKM, kemudahan izin dan pendampingan, serta permodalan untuk warga Depok yang ingin memulai usaha setelah mengikuti pelatihan dengan minimal Rp 5.000.000.

“Kami akan membantu pemasaran produk-produk UMKM Kota Depok offline dan online, memberikan pelatihan-pelatihan keterampilan kepada warga Kota Depok khususnya kaum milenial agar siap bekerja,” tuturnya

Politikus Gerindra itu juga berjanji akan memberikan kesempatan untuk menjadi mitra Pemerintah Kota Depok. Membenahi pasar-pasar tradisional agar menjadi modern bersih aman dan nyaman.

“Kami juga akan membangun sarana prasarana olahraga pusat seni dan budaya sebagai tempat berkreasi warga.”

Tak hanya itu, Pradi juga akan bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk mengatasi penyebaran narkotika

“Kami juga akan memfasilitasi warga untuk bercocok tanam di lahan terlantar yang ada di Kota Depok,” ucap Pradi (rul/*)