Pemasangan Plang Pemkot Depok di Pasar Kemirimuka Dapat Memicu Perselisihan

0
199
Plang tanah milik Pemkot Depok yang dipasang di lahan Pasar Kemirimuka.(Foto: DepokToday/Hen)

KEMIRIMUKA—Pemasangan plang kepemilikan tanah di lahan Pasar Kemirimuka, Kecamatan Beji, dinilai Kuasa Hukum PT Petamburan Jaya Raya, Saor Siagian S.H., M.H, cacat hukum bahkan dapat memicu perselisihan.

Saor melihat pada plang tersebut bahwa Pasar Kemirimuka milik Pemkot Depok sesuai dengan Surat Keputusan Gubernur Jawa Barat Kepala Daerah Tingkat 1 Jawa Barat Nomor 593.82/SK 216.S/AGR-DA/177-86.

Akan tetapi SK tersebut tentang persetujuan izin Prinsip lokasi dan pembebasan tanah di Desa Kemirimuka Kecamatan Beji Kotip Depok.

Menarik Lainnya: https://depoktoday.com/sah-pasar-kemirimuka-milik-pt-petamburan-jaya-raya/

“Jadi jelas lahannya sudah dibebaskan lantas mau apalagi,” ungkap Saor kepada wartawan, Jumat (30/10/2020).

Pemkot Depok pernah mengajukan gugatan terhadap PT Petamburan Jaya Raya dan yang dijadikan dalil gugatan tersebut adalah SK gubenur kepala daerah tingkat 1 jawa barat no Surat Keputusan Gubernur Jawa Barat Kepala Daerah Tingkat 1 Jawa Barat Nomor 593.82/SK 216.S/AGR-DA/177-86 pada tahun 2019 dengan nomor perkara 272/pdt-G/2018/PN Depok.

“Namun gugatan yang diajukan Pemkot Depok dinyatakan kalah oleh Pengadilan Negeri Depok dan dimenangkan oleh PT Petamburan Jaya Raya, diputus tanggal 26 Agustus 2019. Gugatan tersebut dinilai oleh Pengadilan Negeri Depok mengadung Azaz Ne Bis In Idem,” kata Saor.

Bahwa gugatan aquo merupakan gugatan perkara dengan subtansi yang yang sama dimana obyek gugatan, pokok perkara dan pihak yang berperkara sebelumnya telah diperiksa di Pengadilan Bogor yang teregister perkara Nomor 36/Pdt/G/2009/PN Bgr tanggal 29 Maret 2010 Jo No 256/PDT/2010/PT BDG tanggal 5 Oktober 2010 Jo Nomor 695/K/PDT/2011 tanggal 9 Februari 2012 Jo 476 PK/PDT/2013 tanggal 4 April 2014 yang saat ini telah berkekuatan hukum tetap atau Inkracht van gewisdje.

Perkara yang sama tidak dapat kembali diperkarakan dua kali dan tidak bisa menekan atau intervensi keputusan PN Depok untuk melakukan pembacaan deklarasi eksekusi Pasar Kemirimuka.

Sangat jelas berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Bogor, Pengadilan Tinggi Bandung, hingga Kasasi dan Peninjauan Kembali (PK) oleh Mahkamah Agung (MA) beberapa waktu lalu, dinyatakan PT Petamburan Jaya Raya adalah pemilik sah atas tanah Pasar Kemiri Muka berikut bangunan diatasnya.

Ini artinya putusan sudah berkekuatan hukum tetap, berdasarkan Kasasi MA 9 Februari 2012 atau berdasarkan PK pada 4 April 2014.

Putusan itu tepatnya adalah nomor: 36/Pdt.G/2009/PN.Bgr jo Nomor: 256/Pdt/2010/PT.Bdg jo Nomor: 695/Pdt/2011 jo Nomor: 476PK/Pdt/2013 Tentang sengketa lahan Pasar Kemirimuka.

“Jadi memang sudah berkekuatan hukum tetap atau sudah inkracht,” terang Saor.

Sementara itu, salah satu Pedagang Pasar Kemirimuka, Yadi, menyatakan, papan plang yang dipasang Pemkot Depok berisikan tiga poin.

Menurutnya, semuanya itu sudah di pertimbangkan majelis hakim di persidagan.

“Kami kaget kok Pemkot Depok pasang plang berisi tiga poin namun tiga poin itu kandas semuanya di Pengadilan Negari Depok,” ucap Yadi.

Pedagang pun meminta kepada pihak kepolisian dan pihak terkait untuk mencabut plang tersebut.

PT Petamburan Jaya Raya selaku pemilik lahan Pasar Kemirimuka yang sah dan kuat, tidak segan membawa ke ranah hukum jika papan tersebut tidak segera dicopot.

(hen)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here