Pelantikan Ditunda, Warga Pendukung Idris-Imam Kirim “Layang Kangen” untuk Kemendagri

Mohammad Idris-Imam Budi Hartono (Istimewa)

CIPAYUNG JAYA—Ditundanya pelantikan Mohammad Idris-Imam Budi Hartono (Idris-Imam) sebagai wali kota dan wakil wali kota Depok periode 2021-2026, membuat warga yang mendukung sekaligus memilih Idris-Imam mengirimkan “Layang Kangen” (Surat Rindu-red) untuk Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

“Rencana kita akan kirim “surat rindu” untuk Kemendagri dan Presiden Joko Widodo terkait ketidakpastian pelantikan Idris-Imam,” kata Yusuf Trilis Hendra, warga Kecamatan Cipayung, kepada wartawan, Selasa 16 Februari 2021.

“Sebagai warga yang mendukung sekaligus memilih Idris-Imam di Pilkada Depok 2020, sekarang kita rindu melihat Idris-Imam dilantik,” tambah Yusuf Trilis.

Dibaca Juga: https://depoktoday.hops.id/pelantikan-idris-imam-belum-jelas-dprd-surati-kemendagri/

Menurut Yusuf, surat yang hendak dikirim ke Kemendagri dan Presiden itu mempertanyakan ihwal ditundanya pelantikan Idris-Imam. “Dalam surat itu kita juga mendesak agar Kemendagri segera melantik Idris-Imam,” katanya.

Idris Imam
Suasana nonton bareng (nobar) debat publik Pilkada Depok 2020 yang diselenggarakan warga pendukung Idris-Imam(Foto: DepokToday/Hen)

Dijelaskan Yusuf Trilis, desakan ini bukan tanpa alasan mengingat hasil Pilkada Depok 2020 tidak ada sengketa di Mahkamah Konstitusi (MK). Terlebih lagi, kata dia, DPRD Kota Depok juga sudah mengirimkan surat pelantikan ke Kemendagri dan Pemda Provinsi Jawa Barat.

“DPRD Kota Depok bahkan sudah melaksanakan rapat paripurna pengumuman wali kota dan wakil wali kota terpilih, diusulkan juga ke pemerintah pusat melalui gubernur Jawa Barat. Jadi nunggu apalagi, kan semuanya sudah jelas dan sesuai aturan yang berlaku,” jelas aktivis kawakan Kota Depok itu.

Yusuf Trilis kembali menjelaskan, mengirim surat ke Kemendagri dan Presiden adalah upayanya agar tidak terjadinya kekosongan kepemimpinan di Kota Depok dalam jangka waktu yang lama.

“Kita berharap ‘surat rindu’ ini direspon cepat oleh Kemendagri dan Presiden, agar Idris-Imam bisa langsung bekerja dan menerapkan kebijakan strategis program mereka di Kota Depok. Dengan demikian roda pemerintahan dan pembangunan di Kota Depok tidak terhambat,” ungkapnya.

(hen/tdr)