Pelaku Perjalanan ke Wilayah 1 dan 2 Luar Jawa-Bali Cukup Tunjukan Satu Dokumen Ini

Juru Bicara Satgas COVID-19, Wiku Adisasmito saat menyampaikan keterangan pers secara virtual, Kamis 22 Juli 2021. Foto: Tangkapan layar akun Youtube Sekretariat Presiden.
Juru Bicara Satgas COVID-19, Wiku Adisasmito saat menyampaikan keterangan pers secara virtual, Kamis 22 Juli 2021. Foto: Tangkapan layar akun Youtube Sekretariat Presiden.

DepokToday – Adanya kondisi penyebaran COVID-19 yang terus membaik, pemerintah terus berupaya menjaga stabilitas keadaan tersebut. Terbaru pemerintah kembali mengeluarkan aturan terkait pelaku perjalanan dalam negeri untuk semua moda transportasi dengan tujuan ke wilayah non Jawa-Bali yang berstatus level 1 dan level 2.

Aturan baru ini tertuang dalam Surat Edaran (SE) Satgas Covid-19 Nomor 21 Tahun 2021 tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri Pada Masa Pandemi Covid-19 yang sejalan dengan Instruksi Mendagri (Inmendagri) Nomor 54 Tahun 2021.

“Untuk semua moda transportasi wajib menunjukkan satu dokumen saja. Yakni hasil negatif tes RT PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2 x 24 jam atau hasil negatif rapid tes antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1 x 24 jam sebelum keberangkatan,” ujar Wiku dikutip dari Kompas.com.

Sementara itu, aturan yang berbeda ditujukan kepada pelaku perjalanan dengan tujuan ke wilayah non Jawa-Bali level 3 dan 4.

Baca Juga: Terapi Cuci Hidung yang Baik Dilakukan Saat Pandemi, Ini Tata Caranya

Untuk yang menggunakan moda transportasi udara, wajib menunjukkan dua dokumen yakni kartu vaksin minimal vaksinasi dosis pertama dan surat keterangan hasil negatif tes RT PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2 x 24 jam sebelum keberangkatan.

Kemudian, untuk yang menggunakan moda transportasi laut, moda transportasi darat baik kendaraan pribadi dan umum serta penyeberangan dan kereta api antarkota, wajib menunjukkan dua dokumen.

Keduanya yakni kartu vaksin minimal vaksinasi dosis pertama dan surat keterangan hasil negatif RT PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu minimal 2 x 24 jam atau hasil negatif tes rapid antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1 x 24 jam. (lala/*)