Pekan Depan Sekolah Mulai Laksanakan Tatap Muka Terbatas, Berikut Aturan Mainnya

Simulasi PTMT di SDN 06 Beji (Foto: DepokToday)
Simulasi PTMT di SDN 06 Beji (Foto: DepokToday)

DepokToday – Mulai Senin 4 Oktober 2021, Pemerintah Kota Depok berencana melakukan Pembelajaran Tatap Muka atau PTM Terbatas perdana di sekolah, setelah lebih dari satu tahun setengah belajar jarak jauh.

Aturan kegiatan itu pun telah dimuat dalam Peraturan Wali Kota Depok Nomor 66 tahun 2021 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka atau PTM Terbatas di Masa Pandemi COVID-19 tertanggal 20 September 2021.

Baca Juga: Kadisdik Sebut Sampai Desember, PTM Terbatas Masih Fase Transisi

Lantas apa saja yang harus diperhatikan dalam pedoman pelaksanaan PTM Terbatas di sekolah, berikut rincian aturannya:

1. Kondisi kelas

– satuan pendidikan (sekolah) jaga jarak paling sedikit 1,5 meter dan paling banyak 20 peserta didik per kelas

– dikecualikan bagi satuan pendidikan taman kanak-kanak (TK), kelompok bermain (KB), taman penitipan anak (TPA), satuan PAUD sejenis (SPS), jaga jarak paling sedikit 1,5 meter dan paling banyak 10 peserta didik per kelas.

2. Jumlah hari dan jam pembelajaran tatap muka dengan pembagian rombongan belajar

– dua hari pembelajaran tatap muka terbatas dengan durasi masing-masing dua jam per hari

3. Perilaku wajib di seluruh lingkungan satuan pendidikan

– menggunakan masker bedah 2 lapisan atau masker bedah 1 lapisan dengan ditambahkan lapisan masker kain yang menutupi hidung dan mulut sampai dagu serta masker tembus pandang bagi yang memiliki peserta didik disabilitas rungu. Masker kain digunakan setiap 4 jam atau sebelum 4 jam saat sudah lembab/basah.

– cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir atau cairan pembersih tangan

– menjaga jarak paling sedikit 1,5 meter dan tidak melakukan kontak fisik seperti bersalaman dan cium tangan

– menerapkan etika batuk/bersin

4. Kondisi medis warga satuan pendidikan

– sehat dan jika mengidap penyakit penyerta harus dalam kondisi terkontrol

– tidak memiliki gejala COVID-19, kasus konfirmasi, probable, suspek, dan kontak erat COVID-19 termasuk orang yang serumah dengan warga satuan pendidikan.

(ade/*)