Pejabat BPN Depok Akui Proyek Tol Cijago Ada Banyak Masalah

Kasi Pengadaan Tanah BPN Depok, Dwi Setyono. (Foto: Depoktoday.com)
Kasi Pengadaan Tanah BPN Depok, Dwi Setyono. (Foto: Depoktoday.com)

DEPOK- Meski telah beroperasi, namun rupanya keberadaan Tol Cinere Jagorawi (Cijago) hingga kini masih menyisakan sejumlah persoalan terkait pembebasan lahan. Hal itu pun diakui oleh Badan Pertanahan Nasional atau BPN Kota Depok.

Bahkan, seorang pejabat di lembaga itu menyebut, bidang tanah yang masih bermasalah jumlahnya tak sedikit. “Banyak ya,” kata Kasi Pengadaan Tanah BPN Depok, Dwi Setyono dikutip pada Kamis 27 Mei 2021.

Ketika ditanya lebih detail berapa jumlahnya, Dwi tidak tahu persis. Namun menurutnya itu terjadi pada Tol Cijago I, II dan Tol Desari.

“Biasanya karena perkara overlap, terus dalam pemberkasan datanya kurang valid,” jelasnya.

Masalah itu salah satunya dialami oleh Suharlin Lilin, wanita yang mengaku sebagai pemilik lahan dengan luas sekira 2.000 meter persegi di wilayah Kecamatan Limo, Depok.

Ia mengaku, persoalan terjadi ketika dirinya hendak mendapat uang konsinyasi atas pembayaran pembebasan Tol Cijago di kawasan Limo. Padahal menurutnya, tanah itu dibeli sejak 2001 dengan status girik atau tanah adat.

“Jadi pas saya datang ke BPN (Badan Pertanahan Nasional) Depok saat mau pembayaran, saya kaget karena katanya tidak bisa, tanahnya overlap. Inikan aneh,” katanya, Selasa 25 Mei 2021.

Pernah Dikur Ulang BPN Depok

Tanah tersebut, belakangan diakui oleh salah satu perusahaan. Padahal, wanita yang akrab disapa Lilin itu yakin, bidang tanah yang dimaksud adalah berbeda.

“Katanya PT itu membeli secara lelang kepada PT Wisma. Tapi masalahnya mereka tidak mengkroscek dahulu tanahnya,” ujar dia.

Usut punya usut, rupanya perusahaan tersebut juga bermasalah dengan warga lainnya. Terkait hal itu, pihak BPN pun telah melakukan pengukuran ulang.

Beberapa waktu lalu sejumlah warga Beji menggelar aksi demo terkait uang ganti proyek pembebasan Tol Cijago. (Depoktoday.com)
Beberapa waktu lalu sejumlah warga Beji menggelar aksi demo terkait uang ganti proyek pembebasan Tol Cijago. (Depoktoday.com)

Lilin dan beberapa warga menduga, ada kejanggalan pada kasus ini.

“Apakah PT itu memberi sesuatu ke BPN. Kok nggak memihak kita, padahal kita yang lebih kuat. Mereka kan dapatnya dari lelang. Mereka dapat tahun berapa kita tahun berapa,” katanya.

Baca Juga: Tuntut Ganti Rugi, Ratusan Warga Tutup Akses Tol Cijago II

Sementara itu, seorang warga, Udin yang mengaku senasib dengan Lilin juga menuntut keadilan atas tanahnya. Berbeda dengan Lilin, Udin malah merasa namanya dicemarkan karena disebut sebagai mafia tanah.

“Saya pernah menjabat sebagai Ketua RW di lingkungan ini. Jadi kita punya surat-surat yang sah dan benar, tanahnya yang mana saja punya PT dan warga kita juga tahu,” katanya.

Terkait hal itu, warga tengah berupaya menempuh jalur mediasi. Namun jika itu gagal, maka persoalan ini akan dibawa ke ranah hukum. (rul/*)