Pecah Rekor Penambahan Kasus COVID-19, Indonesia Ke-5 di Dunia

Layanan vaksinasi dengan sistem drive thrue di RSUI Depok. (DepokToday.com)
Layanan vaksinasi dengan sistem drive thrue di RSUI Depok. (DepokToday.com)

DEPOK – Kasus COVID-19 terus meningkat sejak awal Juni 2021. Berdasarkan data Worldometers pada Sabtu 26 Juni 2021, Indonesia kembali pecah rekor. Sedangkan, total kasus di seluruh dunia mencapai 181.529.833 kasus.

Dari jumlah kasus ini, Indonesia menempati urutan ke-17 dengan total kasus 2.093.962.
Pada data itu, penambahan kasus di Indonesia juga kembali pecahkan rekor dengan penambahan kasus mencapai 21.095 dan penambahan angka kematian mencapai 358 kasus.

Sedangkan, penambahan kasus pada tanggal tersebut, Indonesia masuk di lima besar dengan urutan ke-5.

Berikut negara dengan penambahan kasus terbanyak:
1.Brazil +64.134 kasus. Total Kasus 18.386.894
2.India +49.851 kasus. Total kasus 30.232.320
3.Colombia +33.594 kasus. Total kasus 4.126.340
4.Russia +21.665 kasus. Total kasus 5.430.753
5.Indonesia +21.095 kasus. Total kasus 2.093.962

Untuk di Asia, penambahan kasus COVID-19 Indonesia terbesar ke-2 setelah India.
Berikut lima kasus penambahan terbesar di Asia:

1.India +49.851 kasus. Total kasus 30.232.320
2.Indonesia +21.095 kasus. Total kasus 2.093.962
3.Iran +7.034 kasus. Total kasus 3.157.983
4.Phillippines +6.871 kasus. Total kasus 1.391.911
5.Malaysia +5.266 kasus. Total kasus 728.462

Pemerintah Ambil Langkah Cepat

Sejak kasus ini meningkat signifikan dan beberapa kali pecah rekor, Kementrian Kesehatan dilansir dari laman websitenya menginformasikan, pemerintah telah menetapkan sejumlah kebijakan yang bertujuan untuk membatasi mobilitas dan interaksi masyarakat.

Baca juga: Kepala Dinkes Akui Banyak Nakes Depok Tumbang Akibat COVID

Khususnya di daerah-daerah dengan tingkat penularannya tinggi (zona merah). Hal ini dilakukan untuk mengurangi laju penyebaran virus COVID-19.

Salah satunya dengan kembali memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro. PPKM Mikro akan diperpanjang selama 2 minggu, mulai 22 Juni hingga 5 Juli 2021 dengan membatasi pergerakan masyarakat sebanyak 75-100%, disesuaikan dengan kegiatan dan zona merah penularan COVID-19.

Baca juga :Berstatus Zona Merah, Dua RT di Kecamatan Ini Terapkan Mini Lockdown

”Kita harus menangani sisi hulu dengan baik agar bisa mengurangi tekanan di sisi hilirnya. Di sisi hulu, kita harus membatasi mobilisasi masyarakat melalui penerapan PPKM Mikro guna mengurangi penyebaran virus dan juga mempercepat pelaksanaan vaksinasi,” papar Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Selasa 22 Juni 2021 di Jakarta.

Sedangkan di hilir, pemerintah akan fokus pada peningkatan pelayanan kesehatan.
Terkait kecepatan penyuntikan vaksin, Kementerian Kesehatan didukung oleh TNI, Polri, dan Pemerintah Daerah akan meningkatkan kecepatan penyuntikan menjadi 700 ribu/hari di bulan ini dan 1 juta/hari mulai bulan depan seiring dengan relaksasi batasan kriteria dan usia penerima vaksin diatas 18 tahun. (lala/*)