Pasutri di Depok Rela Sewa Rumah Buat Kucing Liar, Ini Sebabnya

Sejumlah kucing liar yang berada di rumah penampungan pasutri Depok (Depoktoday.hops.id)
Sejumlah kucing liar yang berada di rumah penampungan pasutri Depok (Depoktoday.hops.id)

DEPOK- Pasangan suami istri (pasutri) di kawasan Sukmajaya, Depok, menunjukan kepeduliannya terhadap sejumlah kucing liar. Tak tanggung-tanggung, mereka bahkan rela merogoh kocek demi untuk menyewa sebuah rumah sebagai tempat tinggal atau shelter bagi hewan liar tersebut.

Adalah Dave dan Ichi, pasutri tersebut. Ide ini berawal dari temuan satu ekor kucing betina tanpa induk pada 2015 silam. Kucing mungil itu ditemukan terlantar di kawasan Poncol dekat Perumahan Bella Casa.

“Karena selama tiga hari terus datang dan diberi makan seadanya lalu dibawa pulang dan dirawat dengan kondisi finansial saat itu memang sedang tidak baik,” kata Dave, Kamis 10 Juni 2021.

Karena tidak ada yang menjaga kucing itu di rumah, akhirnya Dave dan sang istri kerap membawanya ketika beraktifitas setiap hari.

“Sampai akhirnya beberapa ekor kucing datang sendiri ke tempat tinggal di lantai dua dan mengorek-ngorek pintu tempat tinggal. Terus seperti itu.”

Baca Juga: Langka, Penguasa Kali Ciliwung Ini Akhirnya Berkeliaran Lagi

Lambat laun, disetiap perjalanan aktifitas luar rumah kucing-kucing liar itu kerap berdatangan. Ada yang kondisinya baik, namun ada pula yang sangat kurang beruntung.

“Pernah kita temukan ada yang terkait kawat dan sebagainya. Akhirnya mereka anak-anak bulu ini ya ditampung di rumah saya,” ujarnya.

Sejumlah kucing liar yang berada di rumah penampungan pasutri Depok (Depoktoday.hops.id)
Sejumlah kucing liar yang berada di rumah penampungan pasutri Depok (Depoktoday.hops.id)

Tapi karena tempat tinggal pasutri ini adalah semi apartemen dan khawatir menganggu kenyamanan tetangga, akhirnya mereka pun sepakat mencari tempat lain dengan biaya sewa Rp 500 ribu per bulan.

“Saat ini kurang lebih 25 ekor kucing dan 1 ekor anjing yang sebelumnya ada lebih dari 25 ekor kondisi rentan saat adopsi.”

Rela Rogoh Dompet Demi Kucing Liar

Untuk memenuhi kebutuhan hidup pakan hewan sehari-hari, keduanya bahkan rela menyisihkan sebagian uang yang didapat dari hasil pekerjannya sehari-hari.

“Sebelum pandemi kami sisihkan dari hasil pekerjaan freelance, setiap bulannya. Semua adalah murni biaya pribadi,” jelas Dave.

Lebih lanjut ia mengaku, karena jumlah hewan terus bertambah maka perlu tempat berteduh yang lebih luas. Tak hanya itu, karena dampak pandemi, biaya untuk pengobatan maupun perawatan jadi sangat terbatas.

“Karena situasi yang sulit, mau tidak mau rescue harus distop sementara dan hanya melakukan perawatan dengan anak bulu yang sudah ada sebelumnya. Untuk hewan di luar shelter mungkin hanya pemberian pakan saja.”

Dave dan istri membuka diri bagi siapapun untuk ikut berbagi kebaikan untuk sejumlah hewan tersebut. Saat ini, bantuan yang diharapkan bukan dalam bentuk uang, melainkan pakan utama, pasir wangi, vitamin dan disinfektan.

Bantuan tersebut dapat dikirimkan ke Jalan Danau Tondano ujung Gang Haji Niran RT 01/08 No 5 F, Sukmajaya, Depok. (rul/*)