Pasien Sembuh Corona di Depok Kembali Bertambah, Kini 44 Orang

Dinkes sediakan nomor telepon layanan vaksin di seluruh puskesmas Depok. (Depoktoday.hops.id)
Dinkes sediakan nomor telepon layanan vaksin di seluruh puskesmas Depok. (Depoktoday.hops.id)

MARGONDA– Pemerintah Kota Depok kembali mengumumkan kabar bahagia lantaran jumlah pasien yang sembuh dari infeksi virus Corona (Covid-19), di kota itu terus bertambah. Berdasarkan data saat ini, pasien yang berhasil pulih bertambah dari 43 orang, menjadi 44 orang pada Jumat, 1 Mei 2020

Sedangkan jumlah pasien positif dari 287 orang, menjadi 298 orang. Untuk korban meninggal dunia dengan status positif Corona masih bertahan di angka 18 orang. Selain data tersebut, pemerintah setempat juga mencatat data terbaru pada sejumlah kategori.

Di antaranya, untuk Orang Tanpa Gejala (OTG) dari 1.098 orang, menjadi 1.117 orang. Selesai pemantauan 247 orang. Kemudian mereka yang masih dalam pemantauan 870 orang.

Selanjutnya, untuk kategori Orang Dalam Pemantauan (ODP) bertambah dari 2.969 orang, menjadi 3.021 orang. Dari angka itu, selesai pemantauan 1.303 orang. Dan mereka (ODP) yang masih dalam pemantauan saat ini 1.718 orang.

Berikutnya, kategori Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dari 1.148 orang, menjadi 1.178 orang. Selesai pengawasan untuk kasus itu bertambah dari 422 orang, menjadi 431 orang.

Masih terkait angka tersebut (PDP), jumlah orang dalam pengawasan, 747 orang. Sedangkan jumlah PDP yang meninggal dunia 52 orang. Namun demikian, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana kembali menjelaskan, status PDP merupakan pasien yang belum bisa dinyatakan positif atau negatif, karena harus menunggu hasil PCR, yang datanya hanya dikeluarkan oleh Public Health Emergency Operating Center (PHEOC) Kemenkes RI.

Sementara itu, Wali Kota Depok, Mohammad Idris kembali mengimbau agar warga menjalankan seluruh arahan dan protokol yang dikeluarkan pemerintah.

“Stop penyebaran Covid-19 dengan tetap tinggal di rumah, gunakan masker kain jika terpaksa harus keluar rumah dan ikuti protokol pemerintah,” kata Idris. (rul/*)