Pasien Positif Corona di Depok Naik Tipis, ODP dan PDP Tak Bertambah

Ilustrasi PPKM darurat. Sebelumnya aparat telah menyiapkan skenario PSBB di Depok (DepokToday.com)
Ilustrasi PPKM darurat. Sebelumnya aparat telah menyiapkan skenario PSBB di Depok (DepokToday.com)

MARGONDA– Jumlah orang yang terjangkit virus Corona (Covid-19) di Kota Depok kembali bertambah. Berdasarkan data pemerintah setempat, jumlah orang terkonfirmasi positif saat ini naik empat kasus, dari 365 orang menjadi 369 orang, pada Kamis 14 Mei 2020.

Sedangkan untuk pasien sembuh bertambah satu dari 66 orang menjadi 67 orang dan meninggal dunia 21 orang. Selain data tersebut, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok juga mencatat data terbaru pada sejumlah kategori. Di antaranya, untuk Orang Tanpa Gejala (OTG) dari 1.426 orang, menjadi 1.430 orang.

Selesai pemantauan 627 orang. Kemudian mereka yang masih dalam pemantauan 865 orang. Selanjutnya, untuk kategori Orang Dalam Pemantauan (ODP) bertahan di angka 3.518 orang. Terkait angka itu, selesai pemantauan bertambah dari 1.993 orang, menjadi 2.028 orang. Dan mereka yang masih dalam pemantauan saat ini berkurang, dari 1.525 orang menjadi 1.489 orang.

Berikutnya, kategori Pasien Dalam Pengawasan (PDP) juga bertahan diposisi 1.354 orang. Selesai pengawasan untuk kasus itu bertambah dari 662 orang, menjadi 682 orang.

Masih terkait angka tersebut, jumlah orang dalam pengawasan berkurang dari, 692 orang menjadi 672 orang. Sedangkan jumlah PDP yang meninggal dunia bertambah satu kasus, dari 65 orang menjadi 66 orang.

Namun demikian, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana menjelaskan, status PDP merupakan pasien yang belum bisa dinyatakan positif atau negatif, karena harus menunggu hasil PCR, yang datanya hanya dikeluarkan oleh Public Health Emergency Operating Center (PHEOC) Kemenkes RI.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Depok, Pradi Supriatna mengimbau agar warga menjalankan seluruh arahan dan protokol yang dikeluarkan pemerintah.

“Stop penyebaran Covid-19 dengan tetap tinggal di rumah, gunakan masker kain jika terpaksa harus keluar rumah dan ikuti protokol pemerintah,” katanya. (rul/*)