Pasar Kemirimuka Tidak Bisa Diutak-atik, Kalau Ngeyel ini Akibatnya

Pasar Kemirimuka.(DepokToday/Hen)

BEJI-Pasar Kemirimuka tidak bisa diutak-atik oleh pihak manapun, dalam hal ini masalah perbaikan saluran air, yang tengah ramai diperdebatkan.

Pasalnya, saat ini Pasar Kemirimuka dalam status quo (keadaan tetap sebagaimana keadaan sekarang atau sebagaimana keadaan sebelumnya).

“Kondisi Pasar Kemirimuka yang saat ini dalam status quo tidak bisa diperbaiki oleh siapapun termasuk Pemkot Depok, Pedagang dan PT Petamburan Jaya Raya,” tandas Ketua Paguyuban Pasar Kemirimuka, Yahya Barhaya, kepada wartawan, Kamis (26/3/2020).

Penegasan Yahya itu lantaran adanya kabar bahwa perbaikan saluran air di Pasar Kemirimuka hendak dilakukan oleh sebuah forum pedagang setempat, yakni Kerukunan Pedagang Pasar Kemiri Muka Depok (KPPMD).

“Termasuk KPPMD pimpinan Karno juga tidak bisa melakukan perbaikan. Itu bukan hak tugas mereka,” katanya.

Yahya mengakui dapat keluhan dari para pedagang terkait iuran sumbangan untuk perbaikan saluran air.

“Ya kami dengar adanya pedagang ngeluh adanya iuran perbaikan saluran air,” akunya.

Seharusnya, kata dia, kondisi pasar yang saat ini sepi karena wabah corona, tidak tepat jika pedagang diminta untuk urunan.

“Kan kita tahu semua adanya wabah corona, pengunjung pasar sepi dan pendapatan pedagang turun, masih ada saja KPPMD yang seenaknya menarik iuran pedagang engak kasian apa mereka,” keluh Yahya.

Pihaknya juga mempertanyakan anggaran dari mana KPPMD melakukan perbaikan saluran air, sementara yang mendukung hanya segelintir pedagang saja.

“Anggarannya dari mana ? Sedang biaya beli gorong- gorong kan mahal,” tandasnya

Sebelumnya, Kuasa Hukum PT Petamburan Jaya Raya, Richard Yosafat, kepada wartawan menegaskan,
pedagang atau siapapun, termasuk Pemkot Depok yang memperbaiki saluran air di Pasar Kemirimuka, Kecamatan Beji akan dilaporkan ke pihak berwajib.

PT Petamburan Jaya Raya adalah pemilik Pasar Kemirimuka karena telah memenangi persidangan sebanyak sembilan kali atas Pemkot Depok. Hasil keputusannya pun sudah mengikat.

PT Petamburan Jaya merupakan pemilik Pasar Kemirimuka yang sah karena memiliki sertifikat sementara Pemkot Depok tidak ada.

“Kami keberatan (rencana perbaikan saluran air-red). Kami sudah kirimkan surat ke dinas terkait agar perbaikan saluran tidak dilakukan,” beber Richard.

Ia mengklaim, penolakan ini lantaran lahan berikut bangunan di Pasar Kemirimuka adalah milik kliennya, yakni PT Petamburan Jaya Raya yang sudah Inkrah di Mahkamah Agung dengan skor 9-0.

Hal itu, kata dia, berdasarkan Putusan Mahkamah Agung RI dalam tingkat Kasasi Nomor 695 K/Pdt/2011 jo Putusan Mahkamah Agung RI dalam tingkat Peninjauan Kembali Nomor 476 PK/Pdt/2013 yang telah berkekuatan hukum tetap.

(hen)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here