Partai Ummat Ditinggali Kadernya di Depok, Bubar Jalan?

Logo Partai Ummat. (Istimewa)
Logo Partai Ummat. (Istimewa)

DepokToday – Partai Ummat di Kota Depok telah karam alias bubar. Hal itu karena, hampir seluruh kader partai pada jajaran pengurus meninggalkan partai besutan Amien Rais tersebut.

“Dengan mundurnya ketua MPPD, sekretaris dan bendahara sebenarnya partai sudah bubar, karena AD ART menyatakan hak musyawarah hanya ketiga unsur pimpinan itu,” kata mantan Wakil Ketua DPD Partai Ummat Kota Depok, Bardi Setiawan, Minggu 10 Oktober 2021.

Bardi sebelumnya menjabat sebagai Wakil Ketua 3 Dewan Pimpinan Daerah Partai Ummat Kota Depok. Ia mundur bersama sedikitnya 26 pengurus partai di Kota Belimbing ini.

Menurut Bardi, bobroknya manajemen partai di tingkat pusat menjadi alasan ia bersama kawan-kawan lainnya keluar dari partai yang terbentuk sejak 29 April 2021 lalu itu.

Baca Juga: Partai Buruh Menjalar ke Depok, Syahwat Politik Kaum Pekerja Gulingkan Omnibus Law

“Salah urus DPP, kepemimpinan di DPD (juga) yang seharusnya bisa jadi pengayom bahkan perekat diantara kader partai (tidak terjadi),” kata Bardi.

Bardi juga menyinggung, keluarnya dua loyalis Amien Rais yakni Neno Warisman dan Agung Mozin menjadi alasan lain puluhan kader di Depok melepas atribut berlambang bintang tersebut.

“Marwah partai yang digawangi bapak Amien Rais ini sudah mulai kehilangan magnet,” kata Bardi.

Bardi menjelaskan, puluhan kader Partai Ummat yang meninggalkan ‘kapal’ mulai dari jajaran Dewan Pengawas hingga Dewan Pengurus tingkat kota sampai tingkat kecamatan.

“Ada 5 dari 10 DPC (tingkat kecamatan) yang mundur yakni Beji, Pancoran Mas, Cilodong, Sukmajaya dan Tapos,” kata Bardi.

Kini, kata Bardi, kepengurusan Partai Ummat di Depok hanya tersisa satu orang Ketua DPD dan empat DPC.

“Walau secara de jure dan de facto harusnya sudah bubar, tapi karena ketua DPD nya tidak mengundurkan diri, maka DPP harus mengangkat kader dan struktur baru,” kata Bardi. (ade/*)