Papua Membara! OPM Kembali Intens Perang Lawan TNI-Polri

Pasukan TNI terlibat kontak senjata saat OPM bakar sejumlah fasilitas (Foto: Istimewa)
Pasukan TNI terlibat kontak senjata saat OPM bakar sejumlah fasilitas (Foto: Istimewa)

DepokToday- Tentara Pembebasan Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka atau TPNPB-OPM menyebut, pihaknya kembali terlibat perang secara intens dengan TNI-Polri di wilayah Intan Jaya, Papua sejak 24 Oktober 2021.

Melansir CNNIndonesia, kelompok sparatis itu bahkan menuding aparat telah bertindak sewenang-wenang karena beberapa masyarakat sipil turut jadi target saat melakukan penyisiran di kawasan tersebut.

Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom mengklaim, ada tiga warga yang ditangkap untuk diinterogasi tanpa alasan jelas.

“Gabungan TNI-Polri melakukan penyisiran kepada masyarakat sipil dan menangkap tiga warga sipil sewenang-wenang,” katanya dikutip pada Senin 1 November 2021.

Baca Juga: Mantap! Kesenian Gong Si Bolong Jadi Warisan Budaya Indonesia

Ketiga orang tersebut, jelas Sebby, bernama Ales Abugau, Nope J Japugau dan Yopina Songgonau yang merupakan seorang perempuan.

Menurutnya, situasi perang akhir-akhir ini kerap terjadi dan membuat masyarakat sipil mengungsi keluar dari kampung halamannya.

“Dalam hal ini komandan yang pimpin perang yaitu Undius Kogeya melaporkan bahwa perang Pembebasan Nasional bangsa Papua untuk lawan pasukan teroris yaitu TNI Polri telah kembali dibuka di Intan Jaya,” ujarnya.

Perang Lawan OPM

Sebby mengatakan, pada 29 Oktober 2021, kontak senjata mengakibatkan seorang warga sipil bernama Nopelinus Sondegau tewas dan satu masyarakat lainnya meninggal dunia.

Ia mengklaim bahwa bandara Intan Jaya saat ini dikuasai oleh pasukan OPM.

“Penanggungjawab perang di Intan Jaya Ada Panglima Kodap 8 yaitu Bridgen Sabinus Waker Dan Komandan Operasi TPNPB Kodap 8 Intan Jaya yaitu Gusby Waker,” katanya.

Baca Juga: Dibubarkan Kapolda, Tim Jaguar Malah Lakukan Ini, Auto Dibela Netizen

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari kepolisian terkait penangkapan ataupun situasi perang yang dideklarasikan oleh kelompok OPM yang kini dicap sebagai teroris oleh pemerintah. (rul/*)