Panglima TNI Marah Besar Lihat Kelakuan Anak Buah, Begini Tindakannya

Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto, dan Kapolri, Jendral Polisi Listyo Sigit Prabowo kembali meninjau lokasi sentra pelayanan vaksinasi di Universitas Pancasila, Jakarta Selatan pada Senin, 5 Juli 2021. (DepokToday.com)
Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto, dan Kapolri, Jendral Polisi Listyo Sigit Prabowo kembali meninjau lokasi sentra pelayanan vaksinasi di Universitas Pancasila, Jakarta Selatan pada Senin, 5 Juli 2021. (DepokToday.com)

DepokToday- Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto marah besar dengan anak buahnya yang melakukan kekerasan terhadap warga Papua. Saking emosinya, Marsekal Hadi langsung mencopot jabatan sejumlah perwira di sana.

Kekecewaan Panglima TNI disebabkan kasus injak kepala yang dilakukan oleh oknum personel Polisi Militer Angkatan Udara (POM AU) pada warga Papua.

Dilansir dari Hops.id jaringan DepokToday.com, Panglima TNI dengan tegas memerintahkan Kepala Staff Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Fadjar Prasetyo untuk mencopot Komandan Lanud J.A Dimara, Kolonel Pnb Herdy Arief Budiyanto dan Komandan Satuan Polisi Militer (Dansatpom) Lanud setempat.

“Saya sudah memerintahkan KSAU untuk mencopot Komandan Lanud dan Komandan Satuan Polisi Militernya-nya,” kata Hadi, Rabu 27 Juli 2021.

Emosi Panglima TNI Hadi, rupanya cukup besar, melihat anak buahnya yang dinilai melakukan tindakan diluar batas kewajaran karena melakukan kekerasan kepada orang yang menyandang disabilitas.

Ia kemudian menekankan agar kedua pejabat TNI AU di Merauke segera diganti dengan upacara serah terima jabatan sesegera mungkin.

“Itu yang membuat saya marah. Saya minta malam ini langsung serah-terimakan (jabatan). Saya minta malam ini sudah ada keputusan (pencopotan) itu,” tegasnya.

Menurut Hadi, para komandan tersebut tidak bisa membina anggotanya hingga tega memperlakukan seorang disabilitas dengan tindakan yang tak terpuji.

Dicopot Panglima TNI Meski Sudah Minta Maaf

Sebelum dipecat oleh Panglima TNI malam ini, Danlanud di dampingi Ketua Lembaga Masyarakat Adat Kabupaten Merauke telah mengirim babi dan paket sembako yang terdiri dari satu karung beras kepada korban yang kepalanya diinjak oknum personel POM AU.

Dari informasi yang beredar, korban bernama Steven. Ia merupakan anak yatim piatu yang di asuh ibu angkatnya Irma Balak.

Steven sendiri dikenal di lingkugan sekitar sebagai pemuda yang berprofesi sebagai juru parkir tak resmi di jalan Raya Mandala – Muli Merauke.

Baca Juga: Blak-blakan Soal Vaksinasi, Kapolres Depok: Pokoknya Kita Fight Terus

Saat mengantarkan babi dan paket sembako, Kolonel Pnb Herdy telah secara langsung menyampaikan permohonan maafnya kepada Steven.

Arief langsung menyalami korban menyampaikan maaf atas ulah anak buahnya yang dianggap kelewatan itu.

“Sebagai komandan Lanud J.A Dimara Merauke, menyampaikan permintaan maaf yang sedalam-dalamnya, atas perilaku anggota kami yang berlebihan,” kata Herdy.

Ia pun mengakui kalau anak buahnya dari satuan Polisi Militer TNI AU (POM AU) itu berlebihan saat mengamankan warga yang diduga di bawah pengaruh alkohol tersebut.

“Jadi anggota kami memang melakukan penindakan terhadap yang bersangkutan, namun anggota kami secara reflek memang berlebihan,” tandas Kolonel Herdy.

Herdy menyesalkan kejadian tersebut dan memastikan bahwa kedua personelnya itu telah ditangani dan ditahan oleh Satuan Polisi Militer Lanud J.A Dimara, Merauke. (rul/*)