Pandemi Corona, PDI Perjuangan Salurkan Bantuan Sembako kepada Warga Tak Mampu

Ketua DPP PDI Perjuangan, Sukur Nababan (kanan), secara simbolis menyerahkan bantuan sembako untuk warga tak mampu di Kota Depok.(DepokToday/Eru)

MARGONDA-Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) mengguncang segala tatanan dunia. Sektor ekonomi menjadi salah satu aspek yang paling dirasakan oleh masyarakat. Banyak terjadi PHK, karyawan dirumahkan, hingga pekerja harian yang sulit mencari nafkah akibat situasi pandemi.

Menyadari hal tersebut, DPC PDI Perjuangan bergerak bersama unsur Fraksi, DPP, dan bakal calon Wakil Wali Kota Depok Afifah Alia melalukan aksi sosial berupa pemberian sembako untuk masyarakat tidak mampu yang semakin terdesak akibat wabah Covid-19.

Ketua DPP PDI Perjuangan, Sukur Nababan, mengatakan di tengah situasi sulit, PDI Perjuangan hadir melakukan apa yang bisa dilakukan membantu masyarakat.

“Ini adalah gerakan kemanusiaan. Sesuai dengan ideologi dan filosofi, filsafah PDI Perjuangan, yakni menangis dan tertawa bersama rakyat. Melihat ekonomi terkena dampak, lumpuh, yang berimbas pada sebagian anggota masyarakat yang biasanya berjuang hari demi hari untuk makan besok tidak dapat lagi melakukan pekerjaannya,” ungkap Anggota DPR RI Komisi V tersebut.

PDI Perjuangan, katanya lagi, memastikan jangan sampai warga kesusahan, tidak ada yang bisa dimasak di rumah, tidak bisa makan, dan berujung kelaparan. Karena itu, pihaknya menggulirkan bantuan sebanyak 2.600 paket sembako yang akan disebar di seluruh wilayah Kota Depok.

“Saat ini warga menangis dan menderita, PDI Perjuangan tidak lari tapi bergandengan bersama mengatasi pandemi,” tuturnya di sela aksi pembagian sembako di kediaman Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Depok, Hendrik Tangke Allo, Jalan Raya Margonda, Pancoran Mas. Kamis (7/5/2020).

Sukur mengatakan apa yang kini dihadapi saat pandemi corona adalah persoalan bagaimana mengobati warga yang sudah terpapar dan mengendalikan agar penularan Covid-19 bisa dihentikan, sehingga aktivitas ke depan bisa berjalan normal seperti sebelumnya.

“Bantuan ini tidak seberapa, namun diharapkan bisa membantu masyarakat yang kesulitan. Jangan sampai ada ucapan mati karena corona atau mati kelaparan. Semoga apa yang diberikan bisa bermanfaat,” harapnya.

Dirinya meminta segenap jajaran PDI Perjuangan untuk mengingatkan masyarakat agat jangan menganggap sepele Covid-19. Virus tersebut sangat mematikan, apalagi ada penyakit penyerta.

“Harap bantu sosialisasikan, tingkatkan kekebalan tubuh karena obatnya belum ada, istirahat cukup, konsumsi makanan bergizi dan suplemen, pikiran tenang, jangan stres, dan jaga kesehatan,” katanya.

“Stay at home, jangan pulang kampung atau mudik akan membawa penyakit mematikan ke orang tersayang. jangan keluar. Jangan ditularkan atau menularkan. Rasa cinta terbaik kepada orang yang kita sayangi saat ini bukan pelukan, salaman, tapi adalah doa,” imbuhnya.

Ketua DPC PDI Perjuangan, Hendrik Tangke Allo menambahkan PDI Perjuangan berkomitmen apapun kondisinya akan terus bersama rakyat. Rakyat tidak sendiri karena ada PDI Perjuangan bersama menghadapi pandemi.

“Di tengah keterbatasan untuk melakukan kegiatan dan harus selalu memjaga jarak, PDI Perjuangan terus melakukan rangkaian aksi bakti sosial sejak dua bulan lalu. Tujuannya semata untuk membantu masyarakat,” ujarnya.

Sementara, Bakal Calon Wakil Wali Kota Depok dari PDI Perjuangan, Afifah Alia mengatakan hendaknya bantuan tidak dilihat nilianya, namun kepedulian untuk membantu sesama.

“Apa yang sudah PDI Perjuangan lakukan adalah bentuk keterpanggilan jiwa membantu sesama di tengah pandemi. Saya melihat masih banyak orang yang membutuhkan dan belum mendapat bantuan. Mudah-mudahan akan ada pemerataan yang bisa dirasakan semua pihak,” harapnya.

Dirinya juga mengajak seluruh unsur untuk bergandengan tangan bersama, berjuang melawan Covid-19. Yang mampu membantu yang tidak mampu, agar tidak ada kesusahan yang dirasakan masyarakat.

“Saatnya kita lebih meningkatkan empati kepada tetangga dan saudara yang memang tidak bisa melakukan aktivitas bekerja dan tidak memiliki penghasilan. Jika semua bergerak, tentunya akan terasa jauh lebih ringan,” pungkasnya.

(eru)