Pabrik Givaudan Diduga Cemari Udara, LPBH NU Siap Advokasi

Pabrik Givaudan.(Foto: Istimewa)

KALIMULYA-Warga RW 20 Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cilodong, mengeluhkan keberadaan pabrik Givaudan yang diduga mencemari udara dan mengganggu kenyamanan masyarakat.

Sugeng, salah satu perwakilan warga, mengeluhkan bau dari pabrik sangat mengganggu serta meresahkan warga sekitar. Warga tidak meminta apa-apa, asalkan bau yang diduga berasal dari pabrik tersebut bisa hilang.

“Warga tidak menuntut ganti rugi atau apapun itu namanya, kami hanya ingin bau hilang dari lingkungan kami,” ujar Sugeng saat mengadukan masalahnya ke Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LPBH NU) Kota Depok di kantor PCNU Kota Depok, Kalimulya, Kecamatan Cilodong, Kamis (23/7/2020).

Menurutnya, pabrik yang sudah lebih dari lima tahun berdiri ini disinyalir dapat menggangu kesehatan masyarakat.
Mereka telah melayangkan surat kepada Lembaga Pemerintahan di lingkungan sekitar terkait kondisi tersebut. Namun, sampai saat ini warga menilai belum ada tindak lanjut yang lebih kongkrit dari Pemerintah maupun Dinas terkait keluhan tersebut.

“Warga berharap permasalahan bau yang disebabkan oleh pabrik Givauda dapat diselesaikan,” paparnya.

Warga dan LPBH NU foto bersama usai melakukan dialog terkait dugaan pencemaran udara pabrik di kawasan Sukamaju, Kecamatan Cilodong.(DepokToday/Ahi)

Sementara itu, Ketua LPBH NU Depok, Muhtar Said, siap menerima kuasa dari warga untuk memperjuangkan hak-hak warga.

“LPBH NU merupakan lembaga NU yang memang mempunyai tugas untuk melindungi rakyat. Jika memang dibutuhkan maka kami siap membantu dan mengabdi kepada masyarakat yang membutuhkan, termasuk saudara yang datang kesini,” tandasnya.

LPBH NU Depok sampai saat ini juga telah melakukan pendampingan hukum bagi masyarakat di Depok. Hal serupa juga dilakukan bagi warga miskin yang membutuhkan pendampingan hukum.

(ahi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here