Otak Pemalsu Surat Swab Mengaku Bisa Menipu Setelah Lihat Status Teman

Kapolres Metro Depok Kombespol Imran Edwin Siregar, bersama Kasat Reskrim AKBP Yogen Heroes dan Kepala Humas Polres Depok Kompol Supriadi merilis kasus jaringan pemalsu surat swab antigen. (DepokToday)
Kapolres Metro Depok Kombespol Imran Edwin Siregar, bersama Kasat Reskrim AKBP Yogen Heroes dan Kepala Humas Polres Depok Kompol Supriadi merilis kasus jaringan pemalsu surat swab antigen. (DepokToday)

DepokToday – Otak jaringan pemalsu surat hasil swab antigen yang diamankan Polisi di kawasan Tapos berinisial AS, mengaku, bisa melakukan penipuan berawal ketika melihat status temannya di media sosial yang memasang gambar hasil swab antigen beberapa bulan lalu.

Dari status yang diunggah temannya itu, AS melakukan screenshot gambar dan kemudian memanfaatkannya guna meraup untung.

“Jadi dari teman ada yang pernah memasang status terus saya screenshot, barulah di bulan Juli itu saya cetak,” sebut AS usai ditanya Kapolres Metro Depok Kombespol Imran Edwin Siregar ketika rilis ungkap kasus pada Selasa 27 Juli 2021.

Otak pemalsu surat hasil swab antigen ini juga mengaku, membuat surat palsu karena adanya permintaan dari sejumlah konsumennya. Namun, berbeda dari keterangan Polisi, AS mengatakan baru lima kali mencetak surat palsu.

Pria yang seharinya bekerja di percetakan ini biasanya menerima data konsumen berdasarkan KTP mereka. “Saya terima dari ini (tersangka lain yang berperan sebagai perantara),” kata dia.

Atas perbuatannya, otak pemalsu berinsial AR dan ke lima  tersangka lainnya dikenakan Pasal 263 KUHP jo Pasal 55 dan 56 KUHP tentang pemalsuan dokumen dengan ancaman enam tahun penjara.

Sebelumnya, Polres Metro Depok merilis enam orang tersangka jaringan pemalsu surat hasil Swab Antigen. Mereka yang diamankan merupakan warga Tapos yang mengaku baru sepekan ini melancarkan aksinya.

Kapolres Metro Depok Kombespol Imran Edwin Siregar mengatakan, penangkapan para tersangka berinisial AS, ME, AK, RR, NN, dan MA ini berdasarkan laporan masyarakat yang masuk ke Kepolisian pada pekan lalu. Dari sana, pihaknya langsung melakukan penyelidikan.

Mereka menawarkan kepada pengguna jasa kepada konsumen yang membutuhkan surat swab antigen, tapi malas untuk melakukan prosedur pembuatan. Baca Selengkapnya: Polisi Ciduk Jaringan Pemalsu Surat Swab Antigen, Sepekan Jual 80 Surat. (lala/*)