OPM Blak-blakan Sasar Nakes dan Fasilitas Publik, Ini Sebabnya

Pasukan TNI terlibat kontak senjata saat OPM bakar sejumlah fasilitas (Foto: Istimewa)
Pasukan TNI terlibat kontak senjata saat OPM bakar sejumlah fasilitas (Foto: Istimewa)

DepokToday- Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) tak menampik telah melakukan serangkaian aksi penyerangan ke sejumlah fasilitas publik, seperti puskesmas dan gedung sekolah di Distrik Kiwirok, Pegunungan Bintang, Papua belum lama ini.

Dilansir dari CNNIndonesia, mereka sengaja melakukan hal itu sebagai bentuk perlawanan untuk dapat memisahkan diri dari Indonesia. Bahkan OPM menyatakan siap jika perbuatannya dibawa ke hukum internasional.

“Kami siap ke hukum internasional jika kami salah. Tapi kami tetap punya dekat untuk hancurkan semua fasilitas milik pemerintah kolonial Indonesia,” kata Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom dikutip pada Senin 20 September 2021.

Menurut dia, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) selama ini juga telah mengabaikan hak orang asli Papua untuk merdeka. OPM juga menilai, PBB  membiarkan pemerintah Indonesia melakukan kekerasan brutal selama 59 tahun.

Ancaman OPM

Ia mengaku, OPM yang bertanggung jawab atas penyerangan tenaga kesehatan di Pegunungan Bintang. Bahkan terkait hal itu Sebby mengancam pihaknya bakal terus menyerang sejumlah fasilitas-fasilitas yang menjadi bagian program pemerintah Indonesia.

“Akan kami hancurkan semuanya di seluruh tanah Papua dan kami akan bangun kembali setelah Papua merdeka penuh dari tangan pemerintah kolonial Indonesia,” katanya.

Baca Juga: Mantan Kepala Imigrasi Depok Dudi Iskandar Tutup Usia, Kadiv Termuda dengan Segudang Prestasi

Sebby mengklaim serangan kepada tenaga kesehatan dilakukan untuk merespons tembakan ke arah mereka.

Menanggapi hal itu, Danrem 172/PWY Birgjen Izak Pangemanan mengatakan kontak tembak terjadi sebelum terjadi pembakaran pada fasilitas kesehatan.

“Kejadian kontak tembak terjadi 30 menit  sebelum pembakaran. Akibat kontak tembak itu, 3 KKB kena tembak, lalu membalas dengan pembakaran,” katanya.

“Sedangkan tenaga medis di dalam puskesmas mereka sembunyi di dalam. Mereka (KKB) mengumpulkan tenaga medis yang ada.”

Aksi pembakaran dan penyerangan itu terjadi mulai pada Senin 13 September 2021, lalu.

Beberapa fasilitas publik yang dibakar antara lain kantor Distrik, kantor Kas Bank Papua Kiwirok, Puskesmas Kiwirok, Rumah Dokter, Barak Tenaga Kesehatan, SD Inpres, Rumah Guru dan Pasar.

Selain itu, juga sempat terjadi kontak tembak antara KKB dengan aparat TNI-Polri yang berjaga. Satu anggota TNI mengalami luka ringan karena terkena peluru selama kontak senjata. (rul/*)