Operasi Yustisi dan Rapid Test Antigen untuk Pendatang Berlaku di Depok

Wali Kota Depok, Mohammad Idris telah menginstruksikan jajarannya untuk melakukan operasi yustisi dan pemeriksaan rapid test antigen pada pemudik dan warga pendatang guna mencegah penyebaran COVID-19. (Depoktoday.com)
Wali Kota Depok, Mohammad Idris telah menginstruksikan jajarannya untuk melakukan operasi yustisi dan pemeriksaan rapid test antigen pada pemudik dan warga pendatang guna mencegah penyebaran COVID-19. (Depoktoday.com)

MARGONDA- Wali Kota Depok, Mohammad Idris telah menginstruksikan sejumlah jajarannya untuk melakukan operasi yustisi sekaligus pemeriksaan rapid test antigen pada warga pendatang. Langkah ini dilakukan untuk mencegah penyebaran COVID-19.

“Menindaklanjuti arahan Gubernur Jawa Barat dalam mengantisipasi arus balik mudik dan untuk mengendalikan penyebaran COVID 19,” katanya dikutip pada Minggu 16 Mei 2021.

Terkait hal itu, Idris menginstruksikan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk melakukan operasi yustisi atau pendataan penduduk, khususnya pada pendatang di Kota Depok.

Baca Juga: Rapid Test Antigen Pemudik, Petugas: Ada yang Positif COVID-19

Batas Pemeriksaan Operasi Yustisi Depok

Kemudian, kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) dan puskesmas, Idris memerintahkan untuk melaksanakan rapid test antigen pada warga yang baru saja pulang mudik dan pendatang dari luar daerah.

Pemeriksaan rapid test antigen diberlakukan selama sepekan dimulai pada hari ini sampai dengan 22 Mei 2021.

Seluruh kegiatan test diwajibkan untuk dilaporkan kepada wali kota secara periodik.

“Tim pengawas kecamatan dan kelurahan, camat dan lurah untuk mengkoordinasikan pelaksanaan kegiatan diatas di wilayah kerjanya,” kata Idris dalam keterangan tertulisnya.

Pemudik yang Dirapid Test Antigen Positif

Semenetara itu, di wilayah Polsek Cimanggis, tercatat ada sekira 300 pemudik yang telah diperiksa petugas terkait surat kesehatan dan selanjutnya menjalani rapid test antigen.

“Mulai hari ini kita mengadakan rapid test antigen kepada masyarakat yang diindikasikan selesai mudik dan hendak kembali ke rumahnya di wilayah Depok maupun Jakarta,” kata Kepala Unit Lalu Lintas Polsek Cimanggis, Ajun Komisaris Polisi Sulani.

Ia mengakui, dari ratusan pemudik yang telah diperiksa surat keterangan dan menjalani rapid test antigen, ada beberapa yang ditemukan terindikasi COVID-19.

“Selama pemeriksaan ini yang positif atau reaktif baru ditemukan dua, dengan indikasi tidak ada gejala,” jelas dia.

Oleh petugas, kedua orang itu selanjutnya diarahkan ke puskesmas atau rumah sakit terdekat tempat tinggal mereka.

“Tindak lanjutnya ada di puskesmas tempat dia tinggal, nanti di sana ada tim yang menindaklanjuti lagi,” katanya.

Namun jika yang ditemukan ada indikasi panas dan gejala lainnya, maka akan langsung dibawa ke rumah sakit rujukan.

“Kalau yang ditemukan degan gejala mungkin panas atau lain, kita rujuk ke rumah sakit rujukan, misalnya di RSUI.”

Sulani mengatakan, langkah penyekatan dan pemeriksaan rapid test antigen untuk para pemudik rencananya berlangsung sampai dengan 24 Mei 2021. Sampai saat ini, mereka yang melintas di Jalan Raya Bogor, wilayah Cimanggis, rata-rata adalah pemudik yang kembali dari Bogor, Cianjur, Bandung dan Sukabumi.

(rul/*)