Operasi Senyap, Kapal Selam Amerika Tabrakan di Laut China Selatan

Kapal selam Amerika (Foto: Istimewa)
Kapal selam Amerika (Foto: Istimewa)

DepokToday- Kapal selam bertenaga nuklir Amerika Serikat (AS), USS Connecticut dilaporkan mengalami tabrakan dengan sebuah objek di dalam Laut China Selatan. Akibat kejadian itu sejumlah awaknya pun terluka.

Dilansir Hops.id jaringan DepokToday.com, pernyataan dari Armada Pasifik Amerika Serikat itu baru dikeluarkan baru-baru ini.

Baca Juga: Genjot 40 Ribu Sertifikat Tanah, Kepala BPN Depok Klaim Bebas Pungli

Sejumlah awak kapal selam USS Connecticut terluka dalam insiden itu. Namun menurut pejabat pertahanan Amerika, tak ada yang mengalami cedera berat.

Tidak jelas apa objek yang ditabrak oleh kapal selam nuklir tersebut.

“Kapal selam tetap dalam kondisi aman dan stabil. Pembangkit tenaga nuklir dan ruang angkasa USS Connecticut tidak terpengaruh dan tetap beroperasi penuh,” kata Armada Pasifik AS dalam pernyataannya, dikutip CNN International, pada Jumat 8 Oktober 2021.

Baca Juga: Rekonstruksi Pembunuhan Anggota TNI: Korban Minta Tolong Sebelum Ditemukan Meninggal

Angkatan Laut AS mengatakan insiden itu akan diselidiki lebih lanjut. Namun pihak terkait tidak merinci di mana persisnya insiden tabrakan itu terjadi.

Mereka hanya menyebutkan insiden tersebut terjadi di Laut China Selatan, di perairan internasional kawasan Indo-Pasifikm, pekan lalu.

Disebutkan France 24, USS Connecticut saat ini sedang berlayar menuju teritori Amerika Serikat di tengah Samudra Pasifik, Guam.

Kecelakaan itu terjadi ketika ketegangan antara AS dan China meningkat karena Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China mengerahkan ratusan pesawat tempurnya ke Zona Identifikasi Pertahanan Udara (ADIZ) Taiwan.

Operasi Senyap Kapal Selam Amerika

Kapal selam bertenaga nuklir USS Connecticut beroperasi di sekitar Laut China Selatan, ketika Amerika dan sekutunya melakukan unjuk kekuatan multinasional besar-besaran di kawasan, dengan dipimpin oleh Carrier Strike Group 21 Inggris.

Baca Juga: Ajazih Aziz, Jawara Depok Penakluk Preman yang Bawa Pasukan Umroh

Operasi yang sedang berlangsung melibatkan kapal-kapal dari Amerika Serikat, Inggris, Jepang, Australia, Kanada dan Belanda, termasuk tiga kapal induk yang berlatih di dalam kawasan dan sekitar Laut China Selatan.

Amerika Prihatin Dengan Aksi Militer China

Sebelumnya Amerika Serikat melalui Menteri Luar Negeri-nya, Tony Blinken mengatakan prihatin dengan aksi militer China, yang mengerahakan puluhan jet tempurnya ke ADIZ Taiwan.

“Kami sangat prihatin dengan aktivitas militer provokatif China di dekat Taiwan. Seperti yang kami katakan, aktivitas itu membuat ketidakstabilan. Ini berisiko salah perhitungan dan berpotensi merusak perdamaian dan stabilitas regional,” kata Blinken.

“Jadi, kami sangat mendesak Beijing untuk menghentikan tekanan dan paksaan militer, diplomatik dan ekonomi yang diarahkan ke Taiwan,” sambungnya.

Baca Juga: Terpopuler DepokToday, 8 Oktober 2021: Kisah Aziz Jawara Depok, China Sesumbar Perang Dunia Ketiga

Usai AS mengeluarkan pernyataan itu, China tak tinggal diam. Mereka mengirimkan lagi 52 jet tempur ke langit Taiwan. Angka tersebut juga merupakan rekor tertinggi pengerahan jet tempur China ke Taiwan.

PLA mengatakan, pengerahan itu sebagai bagian dari latihan rutin, juga peringatan kepada separatis dan para pendukung asingnya yang menginginkan Taiwan merdeka. (rul/*)