Ombudsman Temukan Adanya Maladministrasi di PPDB Depok

Sekolah online di Kejaksaan Negeri Depok.(DepokToday.com)
Sekolah online di Kejaksaan Negeri Depok.(DepokToday.com)

JAKARTA – Ombudsman RI Perwakilan Jakarta Raya menemukan dugaan tindakan maladministrasi pada pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru atau PPDB 2021 tingkat SMA/K di wilayah Jabodetabek dan Kota Depok khususnya.

Kepala Keasistenan Pemeriksaan Ombudsman Jakarta Raya, Rully Amirulloh mengatakan, dugaan itu berdasarkan temuan pada proses pengusulan kuota siswa, proses penilaian pada jalur prestasi dan kuota lebih siswa dari calon peserta didik yang tidak melakukan proses lapor diri ke Sekolah yang dituju.

Pada proses pengusulan kuota, kata Rully, Ombudsman menemukan adanya ketidaksesuaian jumlah pengusulan rombongan belajar (rombel) oleh sekolah dengan apa yang dipublikasikan ke laman PPDB Jawa Barat.

“Pada beberapa SMA di Kota Depok, ditemukan adanya ketidaksesuaian dari apa yang diusulkan dan apa yang dipublikasikan. Di salah satu sekolah (bahkan) ditemukan satu rombongan belajar sejumlah 36 Calon Peserta Didik Baru tidak masuk melalui sistem online,” kata Rully dalam keterangan persnya, Sabtu 10 Juli 2021.

Baca Juga: Ombudsman RI Akan Awasi Pelaksanaan PPDB Depok

Padahal seharusnya, kata Rully, proses pengusulan kuota dilakukan secara jujur mulai dari pengusulan jumlah rombongan belajar dari tiap sekolah kepada Cabang Dinas Pendidikan setempat, ditetapkan dan kemudian dipublikasikan melalui laman resmi PPDB Jawa Barat.

“Kami telah memanggil Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah atas temuan itu, dan (dijelaskan) ada faktor lain yang mempengaruhi jumlah akhir kuota tiap sekolah,” kata Rully.

Rully mengatakan, faktor yang dijelaskan meliputi angka kenaikan kelas, lapor diri pada jalur prestasi, afirmasi, dan perpindahan orang tua, yang kuota tersebut akan dialokasikan ke jalur zonasi.

“Tetapi pergeseran angka tersebut biasanya sedikit, yang kami hindari adalah transaksional tertentu diluar jalur online yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah,” kata Rully.

Temuan lainnya, lanjut Rully, adalah mengenai proses penilaian pada jalur prestasi. Ia mengatakan, Ombudsman mendapatkan beberapa laporan masyarakat yang mengeluhkan terjadinya pengurangan nilai pada jalur prestasi,

“Para pelapor mengeluhkan terjadinya pengurangan nilai yang signifikan, dari apa yang sudah di-input dan berimplikasi pada tidak diterimanya anak pelapor di jalur ini,” kata Rully.

Rully mengatakan, pihaknya pun sudah melayangkan permintaan klarifikasi terhadap beberapa Sekolah yang diduga melakukan pengurangan nilai akhir pada beberapa calon peserta didik tersebut.

“Dari balasan hasil klarifikasi tersebut, pihak sekolah menyangkal adanya pengurangan skor oleh operator tingkat SMA, dan lebih menyalahkan kepada operator asal (tingkat SMP/MTS/sederajat) yang melakukan input mengenai nilai rapor mereka,” kata Rully.

Hal terakhir yang Ombudsman Jakarta Raya soroti adalah mengenai sisa kuota siswa, dalam tahap jalur zonasi yang berakhir pada tanggal 7 Juli 2021 lalu.

“Semua Calon Peserta Didik yang diterima pada jalur zonasi, dianggap akan melakukan proses lapor diri, karena Surat Keputusan Peserta Didik Baru di tiap Sekolah sudah disiapkan pada Jum’at 9 Juli 2021.” kata Rully.

Rully mengatakan, dengan berkaca pada proses PPDB DKI Jakarta, para Calon Peserta Didik yang sudah diterima, namun tidak melakukan proses lapor diri, akan dianggap kuota sisa yang akan diperebutkan kembali pada tahap III dan dirasa akan merugikan peserta didik.

Untuk itu, lanjut Rully, atas beberapa permasalahan diatas, pihaknya akan memanggil Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Dedi Supandi yang rencananya akan dilaksanakan secara daring pada Senin 12 Juli 2021.

“Kami ingin memastikan agar kejadian sengkarut PPDB tingkat SMA/SMK di Depok tahun lalu, dengan banyaknya desakan dari sejumlah oknum kelompok masyarakat untuk melakukan optimalisasi jumlah peserta didik, tidak terulang tahun ini, sehingga pelaksanaan PPDB tingkat SMA/SMK di Jawa Barat pada umumnya, akan berjalan sesuai koridor yang berlaku,” tutup Rully. (ade/*)