Oksigen Tak Pernah Langka Bagi Manusia, Ini Penjelasan Al Quran

Robovent 1 alat untuk pasien COVID-19 buatan Gunadarma. Belakangan ini tabung oksigen jadi barang langka. Padahal Al Quran sudah menjelaskan tentang ketersedian aksigen. (DepokToday.com)
Robovent 1 alat untuk pasien COVID-19 buatan Gunadarma. Belakangan ini tabung oksigen jadi barang langka. Padahal Al Quran sudah menjelaskan tentang ketersedian aksigen. (DepokToday.com)

DEPOK- Bumi menjadi planet yang paling ideal untuk manusia, karena memiliki banyak sumber daya alam yang bisa mendukung kehidupan hingga kini. Salah satunya oksigen. Hal itu telah dijelaskan dalam Al Quran sekira 15 abad lalu.

Dilansir dari Hops.id jaringan Depok Today.com, dalam penelitian dari beberapa planet yang ada di antariksa, bumi telah menjadi planet yang memiliki kandungan oksigen sangat melimpah dibanding planet lainnya.

Meski tidak ada jumlah angka pastinya namun penelitian menyebut jika kandungan oksigen di planet lain seperti Matahari hanya memiliki 0,9 persen oksigen.

Planet lain dengan kandungan oksigen lebih kecil disebutkan ada pada Mars dan Venus, kedua planet ini bahkan disebut memiliki kadar konsentrat rendah.

Minimnya jumlah oksigen di planet selain Bumi, karena dihasilkan oleh radiasi ultraviolet yang menimpa molekul beratom oksigen. Seperti karbon dioksida.

Karenanya setiap perjalanan ke luar angkasa menuju planet lain diperlukan oksigen yang selalu dibawa dari bumi untuk membantu astronot mencukupi kebutuhan oksigen dalam tubuh. Semua itu telah dijelaskan dalam Al Quran.

Pada isi kandungan ayat suci Al Quran disebutkan, kecukupan oksigen bagi manusia di bumi.

“Siapa yang dikehendaki Allah menunjukinya, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk memeluk Islam. Siapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Dia menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki ke langit.” (QS al-An’am [6]: 125).

Al Quran memberikan kiasan bagi orang-orang yang sesat dari jalan Allah seakan dada mereka sesak lagi sempit.

Mengapa Allah mengibaratkan mereka dengan orang yang mendaki ke langit? Karena, tentu saja di luar angkasa kadar oksigen sangatlah kurang. Mereka tidak mampu bernapas dengan baik sehingga dada mereka menjadi sesak.

Al Quran Sudah Jelaskan Jauh Sebelum Teori Ilmiah Ditemukan

Bagaimanakah Al Quran mengemukakan sebuah teori bahwa di luar angkasa kadar oksigen sangatlah kurang? Padahal dalam ilmu pengetahuan ilmiyah, istilah oksigen baru saja ditemukan tahun 1773.

Tentu saja itu bukan suatu yang mustahil bagi orang yang mengimani bahwa Al Quran merupakan Kalamullah. Al Quran adalah perkataan Rabb yang menciptakan oksigen, tata surya, dan alam semesta ini

Lebih lanjut lagi, Al Quran juga membahas bagaimana oksigen bisa terbentuk. Ilmu pengetahuan modern mengatakan, oksigen dihasilkan oleh fotosintesis tumbuh-tumbuhan.

Tanpa adanya tanaman yang berfotosintesis, oksigen akan lenyap dari bumi. Itu pulalah alasannya mengapa hutan-hutan di bumi disebut paru-paru dunia. Dalam Al Quran disebutkan,

“Tidakkah kamu perhatikan api yang kamu nyalakan. Kamukah yang menjadikan pohon itu atau Kami yang menjadikannya?” (QS al-Waaqi’ah [56]: 71-72).

Dalam ayat ini, mengapa Allah SWT menyebutkan kata “pohon” (syajarah) bukan disebut kayu (khusyub)? Biasanya orang menyalakan api dari kayu, bukan pohon. Lalu, apa pula kaitannya antara menyalakan api dan pohon?

Al Quran menyatakan sebuah rumus fisika yang saat ini dikenal dalam ilmu pengetahuan modern, “6CO2 + 6H2O + sinar matahari + klorofil = C6H12O6 + 6O2.”

Penjelasan Ilmiah Oksigen Dalam Al Quran

Al Quran juga menjelaskan, terbentuknya oksigen berasal dari sinar matahari, karbon dioksida, dan klorofil yang berasal dari pohon untuk melakukan fotosintesis. Salah satu unsur terbentuknya oksigen diperlukan kehadiran pohon yang hidup.

Tahapan selanjutnya, bisakah api menyala tanpa adanya oksigen? Jawabannya tentu saja tidak. Inilah dimaksudkan dalam ayat ini. “Tidakkah kamu perhatikan api yang kamu nyalakan?” (QS al-Waaqi’ah [56]: 71).

Ayat ini langsung bersambung dengan pertanyaan Allah SWT, “Kamukah yang menjadikan pohon itu atau Kami yang menjadikannya?” (QS al-Waaqi’ah [56]: 71-72).

Allah SWT ingin menyampaikan bahwa oksigen sebagai unsur yang menjadikan terbentuknya api tersebut berasal dari pohon.

Tanpa adanya fotosintesis dari pohon-pohonan, tak akan ada zat yang bernama oksigen. Siapakah yang menumbuhkan pohon tersebut? Tentu hanya Allah SWT yang bisa.

Lebih rinci lagi, Allah SWT juga menjelaskan proses terbentuknya oksigen secara lebih mendalam dalam surah Yasin [36]: 80. “Yaitu, Rabb yang menjadikan untukmu api dari pohon yang hijau. Maka, tiba-tiba kamu nyalakan daripadanya.”

Ayat ini bercerita tentang warna pohon, yaitu akhdar (hijau). Ilmu pengetahuan modern menyebut zat hijau daun dengan istilah klorofil, yaitu aktor yang melakukan fotosintesis pada tumbuhan.

Tanpa klorofil, tumbuh-tumbuhan tak akan mampu berfotosintesis dan selanjutnya menghasilkan oksigen.

Istilah fotosintesis baru dikumandangkan oleh ilmuwan modern pada abad ke-18. Namun, cara kerja dan urgensi dari fotosintesis ini sudah diterangkan Al Quran 15 abad yang lalu. (rul/*)