Oksigen Langka, RSUD Depok Kosongkan Kapasitas Hampir 50 Persen

RSUD Depok menjadi salah satu rumah sakit rujukan pasien COVID Depok. (DepokToday.com)
RSUD Depok menjadi salah satu rumah sakit rujukan pasien COVID Depok. (DepokToday.com)

DEPOK – Kelangkaan tabung oksigen rupanya bukan hanya dialami oleh masyarakat, rumah sakit juga mengalami hal yang serupa. Salah satunya dialami oleh RSUD Depok. Saking sulitnya memperoleh tabung oksigen, stok yang ada pun hampir tidak bisa melayani kapasitas pasien yang tersedia.

Diakui oleh Dirut Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Depok, Devi Maryori. Ia mengatakan, saking menipisnya stok oksigen bahkan pihaknya harus mengosongkan hampir 50 persen dari kapasitas yang tersedia.

“Ketersediaan oksigen agak langka, sehingga kita kalaupun membuka semuanya (kapasitas), takut putus ditengah jalan oksigennya,” kata Devi saat dikonfirmasi, Jumat 16 Juli 2021.

Devi pun lantas memilih pasien yang bisa masuk untuk dirawat di rumah sakit milik pemerintah Kota Depok tersebut.

“Karena oksigen terbatas, kita kan nggak bisa terima banyak-banyak (pasien) dulu,  jadi kita tidak okein masuk, yang berat-berat aja,” kata Devi.

Baca Juga: Jaksa Temukan Fakta di Balik Kelangkaan Oksigen Medis di Depok

Sementara untuk pasien ringan dan sedang, Devi menganjurkan agar melakukan isolasi mandiri.

Lebih jauh Devi mengatakan, selain kelangkaan oksigen, keterbatasan tenaga kesehatan atau nakes juga menjadi masalah lain. Saat ini di RSUD Depok sebanyak 60 perawat tidak masuk kerja karena terpapar COVID-19.

“Nakes kita itu pada sakit, kena konfirmasi ada 60 nakes yang nggak masuk, kebanyakan perawat-perawat yang merawat COVID, itu masalahnya,” kata Devi.

Devi menambahkan untuk mencari tenaga kesehatan dari luar pun, saat ini masih belum maksimal, “Sekarang nih masalahnya untuk mendapatkan relawan kan tidak optimal, cuma dapat berapa lah nggak sesuai dengan kebutuhan,” kata Devi.

Sebagai gambaran, saat ini Bed Occupancy Rate atau BOR di RSUD Depok hanya mencapai 54,05 persen atau hanya terpakai 80 bed dari 148 kapasitas tersedia. Jika dirincikan lagi, untuk BOR ICU mencapai 90 persen atau terisi 9 bed dari 10 bed tersedia, sementara untuk BOR isolasi mencapai 51,45 persen atau terpakai 71 dari 67 bed tersedia. (ade/*)