Oalah, Karena Jarang Mandi, Suami Ini Pilih Ceraikan Istrinya

Ilustrasi Mandi. (Foto: Istimewa)
Ilustrasi Mandi. (Foto: Istimewa)

DepokToday– Mandi merupakan rutinitas yang wajib dilakukan setiap harinya. Minimal aktivitas ini dikerjakan dua hari dalam sekali. Namun, tidak semua orang ingin mandi, beragam faktor muncul dan yang paling sering adalah karena malas melakukan hal tersebut.

Ternyata ada fakta unik terkait imbas malas atau jarang mandi. Salah satunya cerita seorang suami di India yang memilih bercerai dari istrinya dengan alasan sepele, yakni jarang mandi.

Ini mungkin akan jadi kisah yang cukup langka yang pernah Anda dengar. Mengapa bisa seorang istri dicerai hanya karena urusan mandi? Tetapi bagaimanapun, kisah ini benar-benar terjadi.

Melansir laman Detik Health, seorang pria dari Uttar Pradesh India dilaporkan mencoba menceraikan istrinya yang telah dinikahinya selama dua tahun. Alasannya, karena sang istri tidak mau mandi setiap hari.

Masalah itu rupanya membuat pasangan tersebut kerap bertengkar. Setiap kali dia meminta istrinya untuk mandi, maka akan berujung pada adu mulut.

Pria tersebut mengaku sudah berulang kali meminta istrinya untuk lebih sering mandi, tapi setiap kali dibahas, selalu berakhir dengan cekcok. Pada akhirnya, ia memutuskan untuk mengakhiri pernikahan, meskipun rumah tangganya sudah dikaruniai seorang anak berusia satu tahun.

Setelah mengetahui keputusan suaminya, sang istri, yang berasal dari desa Kwarsi Uttar Pradesh, lantas mencari bantuan ke Sel Perlindungan Wanita Aligarh. Ia mengatakan bahwa dirinya ingin mempertahankan pernikahannya.

“Seorang wanita memberikan pengaduan tertulis kepada kami yang menyatakan bahwa suaminya telah memberikan talak tiga dengan dalih tidak mandi setiap hari. Kami memberikan konseling kepada pasangan dan orang tua mereka untuk menyelamatkan pernikahan mereka,” terang perwakilan dari Organisasi Perlindungan Wanita.

Saat keduanya menjalani konseling, sang suami berulang kali mengatakan dengan tegas bahwa dirinya ingin mengakhiri bahtera rumah tangganya dengan sang istri.

“Dia juga mengajukan permohonan kepada kami untuk membantunya bercerai dari istrinya karena dia tidak mandi setiap hari,” ujar konselor di Organisasi Perlindungan Wanita.

Baca Juga: XL Axiata, Kementerian PPPA, dan IWAPI Dorong Kepemimpinan Wanita

Pihak konselor juga berusaha menasihati sang suami agar tidak memutuskan hubungan pernikahan karena masalah kecil. Apalagi, perceraian tersebut jelas akan memengaruhi tumbuh kembang anak mereka.

“ Kami juga berusaha membuatnya mengerti bahwa perceraian mereka juga dapat memengaruhi pengasuhan anak mereka,” tambahnya.

Namun, karena alasan permohonan cerai dianggap tidak termasuk dalam tindak kekerasan atau kejahatan terhadap perempuan, permohonan si istri ke Organisasi Perlindungan Wanita tidak dapat diteruskan. Keduanya pun diharapkan dapat menyelesaikan masalah tersebut dengan bantuan konseling.

Perbedaan pendapat dalam hubungan pernikahan adalah hal yang sangat wajar. Karena faktanya, masing-masing orang terlahir dan tumbuh dengan pemikiran dan latar belakang yang berbeda.

Hanya saja, jika tidak disikapi dengan bijak, perbedaan tersebut bisa menjadi bahan bakar yang menyulut konflik. Itulah sebabnya, pasangan harus berusaha membangun titik keseimbangan agar tercipta hubungan yang sehat dan minim konflik.

Bagaimana caranya? Pasangan bisa memulainya dari satu kata sederhana:
mendengarkan. Suami dan istri perlu berusaha menjadi pendengar yang baik bagi satu sama lain. Ini akan menjadi pintu gerbang untuk bisa saling memahami dan terbuka.

Sebaliknya, jangan menjadi pasangan egois yang hanya mau didengar dan dituruti. Sesuatu yang Anda anggap sepele bisa jadi menjadi masalah besar bagi pasangan, begitu pula sebaliknya. (lala/*)