Nuku Trilis Merumput Lagi Bersama SSB Atmajaya

Ofisial dan pemain SSB Atmajaya foto bersama sebelum bertanding. (Foto: DepokToday/Hen)

BOJONGSARI—Sempat vakum enam bulan dari aktifitas bermain sepak bola karena pandemi COVID-19, pesepakbola cilik asal Kecamatan Cipayung, Nuku Trilis, akhirnya bisa merumput kembali di lapangan hijau, Jumat 22 Januari 2021.

Nuku Trilis yang merupakan putra dari seorang aktivis senior di Kota Depok, Yusuf Trilis Hendra, tampil pada turnamen antar Sekolah Sepak Bola (SSB) di kawasan Curug, Kecamatan Bojongsari, dengan memperkuat tim SSB Atmajaya.

Meski menang di beberapa laga namun gagal tampil sebagai juara, Yusuf Trilis merasa bersyukur anaknya bisa main bola lagi di turnamen resmi.

Sebab Yusuf Trilis merasa khawatir jika terlalu lama vakum, kemampuan dan rasa percaya diri anak-anak muda usia ini dalam mengolah si kulit bundar tak lagi sempurna.

“Vakum terlalu lama maka anak-anak bisa tidak baik lagi saat bermain di lapangan,” kata Yusuf Trilis.

Dibaca Juga: https://depoktoday.hops.id/gappura-soccer-petik-pengalaman-berharga-dari-turnamen-zapello-i/

Ia juga mengapresiasi panitia turnamen yang telah mengikuti protokol kesehatan (prokes) COVID-19. “Peserta yang ikut turnamen juga dibatasi,” katanya.

Secara umum, Yusuf Trilis melihat bakat pesepakbola U-16 di Kota Depok cukup banyak. Hanya saja, lanjut dia, kebanyakan para pesepakbola cilik ini kurang mendapat kesempatan untuk mengikuti kompetisi sehingga upaya pengembangan bakat agak tersendat.

“Saya melihat banyak anak-anak yang memiliki bakat luar biasa namun kurang pembinaan sehingga bakat potensial itu suiit untuk dikembangkan,” ujarnya.

Pada kesempatan ini, selaku salah satu penggiat sepak bola U-16, Yusuf berharap kepada semua pihak termasuk pemerintah untuk meningkatkan kepedulian dan dukungan terhadap upaya pengembangan bakat para pesepakbola junior.

“Tentunya dengan harapan akan muncul pesepakbola Nasional dari Kota Depok di masa yang akan datang. Sekarang sudah ada seorang pesepakbola usia 16 asal Sawangan yang tampil di tim Garuda U-16, untuk itu mari kita giatkan lagi pengembangan bakat para pesepakbola junior kita, agar nanti banyak anak-anak Depok yang bisa tampil di Tim Nasional,” katanya.

Dia juga percaya dengan pembinaan sejak dini bisa mencegah generasi milenial dari kecanduan gadget dan menjauhkan sikap individualistik serta egoistik.

“Pembinaan sepakbola tidak hanya dengan diukur dari besarnya stadion. Namun, dengan stadion terbatas tetap bisa dimanfaatkan dan berprestasi dengan baik. Kita berharap agar anak-anak kita bisa terus meningkatkan prestasi sepak bola hingga tingkat nasional,” demikian Yusuf Trilis.

(hen)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here