NU dan Muhammadiyah Kompak Polisikan Abu Janda

Muhammadiyah kompak mendesak polisi tangkap Abu Janda (Istimewa)
Nu dan Muhammadiyah kompak mendesak polisi tangkap Abu Janda (Istimewa)

DepokToday- Sejumlah tokoh Nahdatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah kompak mendesak polisi untuk menangkap Permadi Arya alias Abu Janda. Sebabnya, mereka menilai pria tersebut meresahkan publik.

Pernyataan itu disampaikan tokoh NU dan Muhammadiyah usai polisi meringkus Muhammad Kece dan Yahya Waloni. Kedua kubu dari organisasi Islam itu menganggap, Abu Janda juga membuat resah publik.

Dilansir dari Hops.id jaringan DepokToday.com, Ketua Hukum dan HAM Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Razikin meminta polisi bertindak preventif dan responsif dalam menangani kasus-kasus yang berkaitan dengan penistaan agama.

Sebab menurutnya, persoalan tersebut sangat sensitif dan mudah memicu konflik.

“Polisi harus menjawab tuntutan dari masyarakat untuk menangkap Abu Janda dan Denny Siregar,” ujar Razikin, Senin 30 Agustus 2021.

Abu Janda (Istimewa)
Abu Janda (Istimewa)

Ia berpendapat, untuk merajut toleransi keberagamaan di Indonesia, diperlukan ‘biaya’ yang mahal. Itulah mengapa, saat ada yang berusaha merusaknya, maka pihak kepolisian harus segera mengambil tindakan. Sebab jika tidak, perpecahan bisa saja terjadi.

“Pada titik itu, harus zero toleran terhadap siapapun yang berupaya mengganggu atau mengacak-acaknya. Karena sangat mahal ongkos sosial dan politik yang harus kita tanggung jika terjadi benturan yang berlatar belakang keagamaan,” katanya.

Baca Juga: Terpopuler DepokToday, 30 Agustus 2021: Wanita Jadi Tumbal Pesugihan, Waspadai 7 Penyebab Stroke

“Kami Pemuda Muhammadiyah terus ikut mengambil tanggungjawab dalam menjaga harmonisasi dan keberagaman bangsa kita. Kami juga berharap masyarakat tidak bertindak reaksioner dan tolong percayakan kepada pihak penegak hukum. Sebaliknya pihak kepolisian juga harus menjawab kepercayaan itu dengan bertindak cepat dan adil,” timpalnya lagi.

NU dan Muhammadiyah Polisikan Abu Janda

Hal senada juga diungkapkan Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti. Ia menilai, Indonesia merupakan negara hukum. Tidak ada dan tidak boleh ada individu atau kelompok yang kebal dari aturan tertentu.

“Jadi, siapapun yang melanggar hukum dan terbukti bersalah harus ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku. Termasuk para buzzer yang justru menimbulkan kekisruhan dan kegaduhan yang berpotensi memecah belah masyarakat,” kata Mu’ti.

Kompak dengan Muhammadiyah, tokoh Nahdlatul Ulama, Umar Hasibuan alias Gus Umar turut mengapresiasi langkah polisi menangkap Muhammad Kece dan Yahya Waloni.

Baca Juga: [Update] BOR Rumah Sakit di Kota Depok, Minggu 29 Agustus 2021, Tersedia 945 Bed

Namun, jangan lupa, hukum harus ditegakkan seadil-adilnya. Maka, dia meminta buzzer seperti Abu Janda turut mendapat perlakuan serupa.

“Okelah penista agama ditangkap, baik Yahya Waloni atau Muhammad Kece. Tapi kenapa buzzer tak tersentuh hukum, why?” katanya. (rul/*)