Nikahi Wanita Indonesia, Bule Ini Rela Tinggal di Hutan Selama 15 Tahun

pria- bule nikahi wanita indonesia rela tinggal di hutan selama 15 tahun. (Foto: Istimewa)
pria- bule nikahi wanita indonesia rela tinggal di hutan selama 15 tahun. (Foto: Istimewa)

DepokToday – Memilih hunian yang ideal menjadi keinginan setiap orang. Begitu pula dengan pria bule yang satu ini. Namun, bukan memilih untuk tinggal di rumah mewah atau sederhana di pusat kota. Dia lebih memilih untuk tinggal di perkampungan yang nampak seperti hutan yang masih asri.

Pria bule asal Kanada itu rela meninggalkan semua yang dia miliki di negara asal demi tinggal di Indonesia. Pria bernama Marko itu bahkan setia tinggal bersama istrinya di perkampungan yang asri selama 15 tahun.

Dilansir dari Merdeka.com, pria bule itu menikah dengan seorang wanita asal Jawa Barat dan berencana menghabiskan sisa hidupnya di sana.

“Sudah 15 tahun,Saya berencana hidup di sini,” katanya seperti dilansir dari kanal YouTube Petualangan Alam Desaku pada Rabu 15 September 2021.

Marko menuturkan jika dirinya memang sosok pria yang gemar untuk dekat dengan alam.

Menurutnya, alam yang ada di sekitar tempat tinggalnya kini begitu cantik. Hal ini lah yang membuatnya rela berpindah dari Jakarta ke Jawa Barat.

“Kenapa kok milih tinggal di Indonesia?” tanya sang presenter.

“Intinya mungkin karena saya cari alam, saya ingin ke alam. Saya pernah kerja di Jakarta, kerja di berbagai perusahaan, akhirnya pindah ke sini,” katanya.

Baca Juga: PDIP Polisikan Hersubeno Arif, Sean Matthew: Merugikan Secara Politik

Jatuh Cinta dengan Kampung Istri
Awalnya, Marko hanya diajak sang istri untuk berkunjung ke kampung halaman kedua orangtua di Jawa Barat tersebut. Namun, Marko justru langsung jatuh cinta dengan alam di perkampungan itu.

“Dia (istri) saya pernah berkunjung ke Kanada, tapi dia kurang betah di sana. Sementara, saya senang di sini. Setelah menikah, saya diperkenalkan dengan kampung halamannya, saya suka waktu itu walaupun masih berkarier di Jakarta,” ujarnya.

Kini, Marko beserta istri memilih untuk hidup sederhana di kampung bersama pepohonan serta tanaman yang dirawatnya. Bahkan, Marko kini lebih memilih untuk menjadi petani dan bekerja serabutan.

“Sekarang saya berkebun, memangkas pohon, cangkul kadang-kadang,” kata dia. (lala/*)