Niatnya Menjadikan Teman Nasrani, Tere Malah Jadi Mualaf, Ini Sebabnya

Penyanyi Tere (Foto: Istimewa)
Penyanyi Tere (Foto: Istimewa)

DepokToday- Baru-baru ini, penyanyi Tere mengungkapkan pengalaman spiritualnya ketika memilih menjadi seorang mualaf. Kini, namanya adalah Annisa Theresia Ebenna Ezeria.

Lantas seperti apa perjalanan batin yang dialami oleh penyanyi hits era 2000-an tersebut ketika pindah agama dari Kristen ke Islam. Semua itu berawal ketika Tere aktif berdiskusi tentang banyak hal saat menjadi mahasiswa.

Baca Juga: Dituntut 3 Tahun, Pengacara Terdakwa Hoaks Babi Ngepet Bilang Perbuatan Kliennya Tak Timbulkan Keonaran

Melansir Hops.id jaringan DepokToday.com, kala itu Tere membahas tentang Yesus yang ia yakini sebagai Tuhan saat masih menjadi seorang Nasrani.

Namun saat mempelajari Al Quran, ia merasa ditarik dari ruang gelap menuju cahaya terang.

Tere Dapat Hidayah

Pergolakan batin yang dialami Tere bermula ketika ia dan temannya berdiskusi terkait siapa yang menciptakan alam semesta ini. Sebagai seorang Nasrani saat itu, Tere mengacu pada Alkitab.

“Menjadi membahas ‘siapa sebenarnya Yesus itu?’ Karena saya juga merasa punya obligasi karena memang cukup aktif di kegiatan kepemudaan saat itu sebagai seorang Nasrani pasti punya semacam tanggung jawab sosial untuk menyampaikan kabar gembira bagi domba-domba yang hilang,” ujarnya melansir YouTube Ngaji Cerdas pada Rabu 10 November 2021.

Baca Juga: Ngeri, Pemotor Ini Selamat Meski Dibacok Begal Depok Berkali-kali

Menurut dia, keluarga temannya menganut agama yang beragam. Neneknya merupakan seorang mualaf, ada juga anggota keluarga temannya yang lain memeluk agama Kristen.

Dari pembahasan itu, penyanyi 42 tahun tersebut berpikir bahwa ia mungkin bisa membuat temannya kembali menjadi seorang Nasrani.

“Jadi dari situ saya terpikir ini adalah jalan untuk saya menyampaikan kebenaran supaya teman saya kembali ke jalan salib yang dulu saya yakini. Justru dari situ lah pembahasan, Allah izinkan terbuka,” ujarnya.

Baca Juga: Heboh Pengamen Depok Bersuara Mirip Charly ST12, Nih Videonya

Tapi saat itu Tere merasa bingung ketika teman Muslim-nya tersebut mengaku percaya dengan Yesus. Kata temannya itu, ia mengenal Yesus sebagai Nabi Isa AS, yakni seorang nabi. Baginya, Tuhan hanya satu, yaitu Allah.

“Teman saya bilang ‘ya Yesus kita percaya juga’, saya kaget ‘hah kok bisa?’, ‘kan Nabi Muhammad’ ‘iya itu nabi terakhir sebelum Nabi Muhammad ada Yesus, kami mengenalnya dengan Nabi Isa AS’,’ katanya.

“Nambah kaget saya ‘ada hubungannya gitu? Kok bisa?’ ‘ya bisa kan nabi banyak, kalau Tuhan cuman satu, Allah’,” sambungnya.

Pergolakan Batin

Setelah melewati serangkaian diskusi tersebut, batin Tere makin penasaran dengan agama Islam. Namun dia memilih untuk tidak melanjutkan pembahasan dengan temannya, karena dinilai sangat sensitif. Ia akhirnya mencari tahu sendiri bagaimana isi Al Quran.

“Kalau Bible waktu itu adalah kitab yang saya yakini sebagai kebenaran, saya mulai penasaran dengan Quran yang merupakan kitab sucinya Muslim. Akhirnya dengan penasaran, saya buka, saya cari indikator yang ngebahas Yesus alias Nabi Isa AS,” ucap Tere.

Baca Juga: Pisang, Bawang, dan Madu Dicampur, Zaidul Akbar: Khasiatnya Luar Biasa

Akhirnya, artis yang dulu bernama lengkap Theresia Ebenna Ezeria Pardede tersebut mempelajari banyak surat dalam Al Quran hingga ia membaca surat An Nisa Ayat 157-158 tentang Nabi Isa AS.

Al Quran (Foto: Istimewa)
Al Quran (Foto: Istimewa)

Dari ayat-ayat tentang Nabi Isa, Tere berkeyakinan Allah mengizinkannya untuk menemukan kebenaran.

“Sampai akhirnya saya waktu itu ketemu Surat An Nisa ayat 157 dan 158, yang merupakan dalil yang menjelaskan dari perspektif Islam bahwa Nabi Isa AS bukanlah orang yang disalibkan, tapi Allah angkat beliau langsung ke langit sebagai bentuk kasih sayang dan karunianya kepada Nabi Isa AS untuk diselamatkan,” tuturnya.

Surat Cinta dari Allah

Pelantun Awal Yang Indah itu memeluk agama Islam pada 2 September 2000. Dan di ayat 171 dari Surat An Nisa, adalah sebuah surat yang Tere anggap adalah itu surat cinta dari Allah untuk dia.

“Yang isinya kurang lebih Bismillahirrohmanirrohim, wahai ahli kitab janganlah engkau berlebih-lebihan dalam agamamu, karena sesungguhnya Nabi Isa, putra Maryam itu adalah seorang rasul yang diperkuat dengan Ruhul Qudus,” katanya.

“Jadi jangan katakan Tuhan itu tiga. Dari situ saya seperti ditarik dari ruang gelap yang hampa menuju cahaya terang,” timpalnya lagi. (rul/*)