Efeknya Nggak Main-main, WHO Rapat Darurat Bahas Varian Baru Virus Corona

ilustrasi corona (istimewa)

DepokToday – Varian virus Corona terus berkembang, yang terbaru kini muncul varian B.1.1.529 yang ternyata disinyalir lebih berbahaya dari varian lainnya dan sudah terdeteksi di sejumlah negara.

Karena efek yang ditimbulkan itu dirasa sangat berbahaya, badan kesehatan dunia (WHO)mengambil rapat darurat mengenai hal ini.

Melansir dari Suara.com, WHO akan membahas tingkat efektivitas vaksin COVID-19 dan perawatan medis yang tepat untuk varian baru virus corona Covid-19 B.1.1.529 tersebut.

“Kami belum tahu banyak tentang varian baru ini. Tapi, kami sudah tahu kalau varian baru ini memiliki sejumlah besar mutasi. Jika varian ini memiliki banyak mutasi, ini pasti akan mempengaruhi perilaku virus tersebut,” kata Dr. Maria Van Kerkhove, pimpinan teknis WHO untuk COVID-19.

Sekarang ini, Inggris telah membuat larangan penerbangan dari 6 negara Afrika, termasuk Afrika Selatan untuk mencegah penyebaran varian baru virus corona B.1.1.529.

Di samping itu, Tulio de Oliveira, ilmuwan Afrika Selatan mengatakan sekarang ini para ilmuwan Afrika Selatan sudah mendeteksi lebih dari 30 mutasi pada protein lonjakan, yakni bagian dari virus yang mengikat sel-sel dalam tubuh.

Varian baru B.1.1.529 ini mengandung beberapa mutasi yang terkait dengan peningkatan resistensi antibodi, yang mana bisa menurunkan efektivitas vaksin COVID-19 dan lebih menular dari varian lainnya.

Varian Baru COVID-19 Pertama Kali Ditemukan

Baca Juga: Seharusnya Dihindari, 7 Kebiasaan yang Dilakukan Ibu Hamil Ini Berpengaruh Buruk ke Anak

Para ahli virologi menemukan varian baru virus COVID-19 ini pertama kali di Botswana. Kemudian, varian B.1.1.529 ini menyebar sangat cepat hingga mengungguli varian lainnya di wilayah Afrika Selatan.

Sebenarnya dilansir dari NPR, belum jelas mutasi dari varian B.1.1.529 ini membuatnya lebih menular dan memicu infeksi yang lebih parah dibandingkan varian virus corona COVID-19 lain atau tidak.

Tapi, para peneliti mengatakan tingginya jumlah mutasi pada protein lonjakan mungkin membuat varian baru virus corona COVID-19 ini lebih mudah menginfeksi orang.

Melalui unggahan Twitter, dr Adam Prabata pun menunjukkan sebuah video mengenai beberapa poin yang membuat varian baru virus B.1.1.529 membuat heboh di Afrika Selatan dan memicu kekhawatiran.

Pertama, varian baru virus ini terdeteksi di Afrika Selatan dengan jumlah mutasi yang tinggi. Sehingga, varian ini dikhawatirkan bisa menular lebih cepat dan menghindari kekebalan tubuh.

Kedua, varian baru virus corona B.1.1.529 berhasil terdeteksi dari sampel yang dikumpulkan pada rentang waktu 12-20 November 2021 dari Gauteng, Afrika Selatan sebanyak 77 sampel, Botswana 4 sampel, dan Hong Kong 1 sampel dari orang yang baru saja berpergian ke Afrika Selatan.

Ketiga, varian baru virus corona B.1.1.529 ini terdeteksi oleh satu uji PCS tertentu atau sebelum sekuensing genom yang membantu para ahli melacak penyebarannya.

Keempat, varian baru virus corona B.1.1.529 ini juga ditemukan telah meningkatkan pesat di Gauteng, Afrika Selatan. Para ahli pun menduga varian baru ini mungkin sudah ada di sebagian besar wilayah lainnya di Afrika Selatan.

Saat ini, para ahli bisa membuat beberapa prediksi mengenai dampak mutasi varian baru virus corona tersebut. Tetapi, signifikansinya tidak pasti dan vaksin COVID-19 tetap menjadi langkah yang bisa dilakukan untuk melindungi diri dari infeksi parah. (lala/*)