Ngeri! Pria Ini Serang Polantas dengan Parang dan Celurit

Polantas diserang pakai senjata tajam (Foto: Instagram)
Polantas diserang pakai senjata tajam (Foto: Instagram)

DepokToday- Aksi penyerangan terhadap anggota Polisi Lalu Lintas atau Polantas, kembali terjadi. Parahnya lagi, pelaku mengejar-ngejar petugas dengan senjata tajam.

Peristiwa ini sempat terekam kamera dan diunggah ke media sosial hingga akhirnya viral. Salah satu akun yang turut memposting kejadian itu adalah akun Instagram @karyamilitan dan dikutip DepokToday.com pada Jumat, 26 November 2021.

Baca Juga: Geger, Pedagang Pasar Ditemukan Gantung Diri dekat Situ Citayam

Dalam postingannya disebutkan, Polantas dikejar pria pakai celurit dan parang. Video aksi seorang pengendara mobil yang mengejar seorang polisi lalu lintas di Banyuasin, Sumatera Selatan.

Aksi nekat itu diduga dilakukan pria bernama M Nur (39 tahun) karena tak terima motor yang dikendarai anaknya disita polisi karena melanggar aturan.

“Pelaku yang kabur ke arah Muba ditangkap tanpa perlawanan. Saat diinterogasi pelaku mengaku nekat melakukan aksi tersebut karena merasa tidak senang anaknya diberikan sanksi tilang oleh anggota Kepolisian yang sedang bertugas,” katanya.

Polantas dan TNI Adu Jotos

Sebelumnya sebuah video mendadak viral lantaran merekam aksi adu jotos antara aparat TNI dan dua Polantas. Terlihat dalam video, dua polisi lalu lintas (polantas) melawan seorang prajurit TNI di sebuah pinggir jalan.

Rekaman yang menunjukkan adu jotos antar aparat itu tersebar luas di media sosial. Terlihat dalam video yang beredar seorang prajurit yang mengenakan pakaian loreng khas TNI terlibat baku hantam dengan dua anggota Polri.

Baca Juga: Catat! Uji Coba Ganjil Genap Jalan Margonda Mulai 4 Desember, Ini Jamnya

Pada video berdurasi singkat 26 detik itu memperlihatkan aksi adu jotos anggota TNI dan Polisi di sebuah parkiran yang berada pinggir jalan raya.

Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol M Roem Ohoirat mengungkapkn peristiwa perkelahian tersebut terjadi di Pos Lalu Lintas Mutiara Mardika, Ambon sekitar pukul 16.00 WIT.

Baca Juga: Usut Surat Edaran Wali Kota, Kadin Depok: Jangan Asal-asalan

Kombes Roem mengatakan, kejadian bermula ketika anggota Polri sedang melakukan penilangan terhadap seorang pengendara.

Namun, pengendara tersebut tidak terima dan melaporkan kejadian itu kepada saudaranya yang merupakan anggota TNI.

“Kejadian di depan pos lantas Mutiara Mardika Ambon. Kejadian jam 16.00 sore ada anggota masyarakat yang melanggar lantas, kemudian ditegur dan mau dilaksanakan penilangan tapi yang bersangkutan melaporkan ke saudaranya yang anggota TNI, lalu anggota TNI datang dan terjadi percekcokan,” kata Roem, menyitat Tribun pada Rabu, 24 November 2021.

Lebih lanjut kasus ini juga telah diselesaikan secara damai. Ketiga oknum yang bersangkutan pun sudah saling memaafkan. (rul/*)