Netizen Ramai-ramai Nyinyirin Rektor UI, Komentarnya Kocak Abis

Rektor UI terpilih, Prof Ari Kuncoro (jas hitam) bersama mantan Rektor UI, Prof. M. Anis (DepokToday)
Rektor UI terpilih, Prof Ari Kuncoro (jas hitam) bersama mantan Rektor UI, Prof. M. Anis (DepokToday)

DEPOK- Setelah pemerintah menyetujui Rektor UI boleh rangkap jabatan sebagai komisaris di salah satu bank plat merah, tagar Rektor UI pun menjadi trending topik di Twitter pada Rabu 21 Juli 2021.

Sejumlah komentar dari netizen pun ramai memenuhi jagat media sosial tersebut. Rata-rata, menyampaikan sindiran dengan cara yang cukup kocak. Berikut sejumlah komentar warga net yang dilansir DepokToday.com dari Depokupdate.

“Rektor Ul kalo naik gunung terus ga kuat, gunungnya disuruh turun,” ujar @nitarose38.

“Rektor Ul ditilang polisi, polisinya yang harus bayar!” kata @bosstemlen.

“Rektor Ul kalau kena Covid, Virusnya yang Isoman,” ucap @PutraPasundan54.

“Rektor Ul mincing ikan, ikannya sampe antri nyamperin ke rumahnya,” rulis @hendra_fauzzi.

“Rektor UI naik mobil hampir nabrak pagar. Pagarnya geser sendiri,” tulis @nephilaxmus.

Ada juga yang mengatakan. “Rektor UI beli telor gulung, telornya di makan, abangnya digulung.”

Tentang Statuta Rektor UI

Untuk diketahui, aturan larangan Rektor UI untuk rangkap jabatan sebagai komisaris BUMD/BUMN ada pada Peraturan Pemerintah Nomor 68 Tahun 2013 tentang Statuta UI.

Kini, statuta itu sudah tidak berlaku karena sudah terbit versi baru, yakni Peraturan Pemerintah Nomor 75 Tahun 2021 tentang Statuta UI.

“Benar, sudah ada PP Nomor 75 Tahun 2021 dan sudah diundangkan,” kata Kepala Bagian Humas Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Tubagus Erif Faturahman.

PP Nomor 75 Tahun 2021 tentang Statuta UI ditandatangani Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 2 Juli 2021 dan diundangkan Menkumham Yasonna Hamonangan Laoly pada 2 Juli 2021 juga.

Baca Juga: Rangkap Jabatan Komisaris BRI, Segini Kekayaan Rektor UI

Dulu pada Statuta UI versi lama, larangan rektor UI untuk merangkap jabatan komisaris didasarkan pada Pasal 35 huruf c. Di pasal itu disebut rektor dilarang menjabat pada BUMN/BUMD/ataupun swasta, maka otomatis menjadi komisaris juga dilarang.

Kini pada Statuta UI versi baru, larangan rektor UI merangkap jabatan memang masih ada, tapi tidak secara umum seperti Statuta UI versi sebelumnya yang menggunakan kata ‘pejabat’.

Kini, rektor UI hanya dilarang merangkap menjadi ‘direksi’ BUMN/BUMD/swasta. Jadi, tak ada larangan rektor UI rangkap jabatan kecuali menjadi direktur suatu perusahaan. (rul/*)