Nenek Ini Kaget Gubuknya Disatroni Petugas Lapas Pamekasan, Endingnya Bikin Haru

Petugas Lapas Narkotika Kelas II A Pamekasan memberikan bantuan pada seorang nenek (Istimewa)
Petugas Lapas Narkotika Kelas II A Pamekasan memberikan bantuan pada seorang nenek (Istimewa)

DepokToday- Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum HAM) RI, menyerahkan sejumlah paket kebutuhan pokok pada warga yang terdampak pandemi COVID-19. Salah satunya seperti yang dilakukan Lapas Narkotika II A Pamekasan, Jawa Timur.

“Alhamdulillah, kami hari ini langsung menyalurkan bantuan sosial dari Kemenkum HAM RI pada warga Kabupaten Pamekasan yang membutuhkan,” kata Kepala Lapas Narkotika Kelas II A Pamekasan, Jawa Timur, Sohibur Rachman dikutip pada Jumat 30 Juli 2021.

Bantuan tersebut menyasar sejumlah warga yang secara finansial terdampak akibat pandemi COVID-19 dan kebijakan PPKM. Intrsuksi tersebut disampaikan secara khusus oleh Menkum HAM RI, Yasonna Laoly pada seluruh jajarannya.

Sohibur berharap, paket bantuan ini dapat sedikit meringankan beban warga sekaligus sebagai ajang silaturahmi antara petugas sipir dan masyrakat sekitar Lapas.

“Semoga bermanfaat untuk masyarakat meski jumlahnya hanya sedikit, namun tolong dilihatlah dari niat dan kepedulian kami kepada sesama,” katanya.

Sementara itu, sejumlah warga penerima manfaat mengaku bersyukur dengan adanya bantuan ini. Salah satunya yang mendapat perhatian petugas Lapas adalah seorang nenek yang tinggal dalam gubuk reot.

“Alhamdulillah, terimakasih. Semoga berkah selalu ya pak,” katanya pada petugas Lapas Narkotika Kelas II A Pamekasan.

Lapas Pamekasan dan Instruksi Yasonna

Dilansir dari kemenkumham.go.id, Kemenkum HAM berupaya membantu masyarakat dengan menyalurkan lebih dari 46 ribu paket secara nasional, serentak kepada masyarakat di seluruh Indonesia.

Menkumham RI, Yasonna H. Laoly mengatakan, kebijakan pemerintah dengan membuat PPKM Level 4 bertujuan untuk memutus mata rantai penularan COVID-19. Kebijakan yang sedianya berakhir pada 25 Juli 2021 lalu ini, kini resmi diperpanjang hingga 2 Agustus 2021 mendatang.

Pemerintah sadar, kebijakan ini akan berpengaruh terhadap kegiatan ekonomi sosial masyarakat, dan berdampak pada ketidakmampuan masyarakat yang kesulitan dalam mencari nafkah.

“Insan Pengayoman melalui program pemberian bantuan sosial “Kumham Peduli, Kumham Berbagi”, mencoba turut berempati kepada masyarakat dan ASN Kemenkumham yang terdampak pandemi COVID-19,” katanya.

Baca Juga: PTUN Jakarta Tolak Gugatan Profesor Rosari Saleh Terkait Jabatan di UI

Melalui program bantuan sosial yang dikoordinasikan oleh Sekretaris Jenderal, tercatat Kemenkumham memberikan total bantuan sosial sebanyak 46.614 paket dan dana sosial sebesar 700 juta rupiah.

Paket tersebut diberikan kepada masyarakat di seluruh Indonesia, yang terdiri atas 43.558 kepala keluarga yang terdampak langsung pandemi COVID-19, serta kepada 3.056 orang ASN Kemenkumham yang terpapar COVID-19.

Ungkapan Tulus Menkum HAM

Sedangkan dana sosial diberikan kepada tujuh Kantor Wilayah Kemenkumham yang saat ini menerapkan PPKM Level 4, yaitu DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali.

Adapun paket bantuan sosial Kumham Peduli Kumham Berbagi per orang diberikan dalam bentuk beras, minyak goreng, gula, mie instan, sarden, dan susu.

“Saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh Insan Pengayoman yang telah peduli, mampu berbagi atas dasar keikhlasan dan kesadaran,” katanya. (rul/*)