Pesawat Susi Air Dibakar TPNPB-OPM, Amnesty Internasional Indonesia: Kekerasan di Papua Harus Diakhiri

- Rabu, 8 Februari 2023 | 10:56 WIB
Ilustrasi pesawat terbang jatuh. (iStockphoto)
Ilustrasi pesawat terbang jatuh. (iStockphoto)

 

DepokToday.com - Direktur Amnesty Internasional Indonesia, Usman Hamid, menanggapi pembakaran pesawat Susi Air dan penyanderaan pilot berkebangsaan Selandia Baru serta 15 pekerja proyek Puskesmas di Kabupaten Nduga, Provinsi Papua.

Amnesty Internasional Indonesia mengecam keras serangan terhadap warga dan objek sipil di Papua.

Oleh karenanya, Amnesty Internasional Indonesia mendesak agar pilot dan sejumlah orang lainnya yang disandera segera dibebaskan dalam keadaan selamat.

"Insiden pembakaran pesawat dan penyanderaan ini sekali lagi menjadi bukti berulangnya kekerasan di wilayah Papua, dan warga sipil kembali menjadi korbannya. Kami menyerukan adanya peninjauan ulang atas pendekatan keamanan yang selama ini dipilih oleh negara," kata Usman Hamid.

Baca Juga: Tapak Suci Putra Muhammadiyah Kota Depok Gelar Ujian Kenaikan Tingkat

Kata Usman Hamid, pihaknya juga meminta para pihak yang berkonflik untuk segera menghormati hukum hak asasi manusia dan hukum kemanusiaan internasional.

"Semua pihak harus mengutamakan jalan non-kekerasan demi menyelamatkan warga sipil," jelasnya melalui keterangan tertulis, Rabu 8 Februari 2023.

Dikatakan dia, negara terikat kewajiban internasional hak asasi manusia untuk menjamin keselamatan setiap orang, termasuk warga negara asing, dari segala bentuk kekerasan.

"Jika terjadi kekerasan, maka negara wajib untuk mengusut dan memastikan tegaknya keadilan dan akuntabilitas, bukan terus melanggengkan pendekatan lama yang selama puluhan tahun ini menimbulkan banyak korban," jelasnya.

Baca Juga: Gol Cristiano Ronaldo Selamatkan Al Nassr dari Kekalahan di Liga Arab Saudi

Sementara itu, menurut laporan yang diberitakan di media, pihak TPNPB-OPM mengklaim bahwa pasukan tempur mereka membakar Pesawat Susi Air di Landasan Terbang Paro, Diostrik Paro, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, Selasa pagi, 7 Februari 2023.

Pesawat itu dibakar ketika mendarat di landasan setelah terbang dari Timika pukul 05.33 WIT dan dijadwalkan ke Bandara Moses Kilangin Timika pukul 07:40 WIT

Pesawat dikemudikan oleh seorang pilot asal Selandia Baru bernama Phillip Mertens dan dilaporkan membawa lima penumpang bernama Demanus Gwijangge, Minda Gwijangge, Pelenus Gwijangge, Meita Gwijangge, dan Wetina W.

Halaman:

Editor: Tidar Aira

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X