Rencana Kenaikan Cukai Bikin Petani Tembakau Jerit, Ketum Pekerja Rokok: Tidak Adil

- Kamis, 25 Agustus 2022 | 17:18 WIB
Ilustrasi petani tembakau (Foto: Suara.com)
Ilustrasi petani tembakau (Foto: Suara.com)

DepokToday.com – Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan Minuman Serikat Pekerja Seluruh Indonesia atau FSP RTMM-SPSI, menolak keras adanya isu terkait rencana kenaikan cukai rokok hasil tembakau.

Menurut mereka, hal akan membahayakan industri hasil tembakau, khususnya Sigaret Kretek Tangan (SKT) yang padat karya.

“Itu merupakan sawah ladang mayoritas tempat bekerja para anggota kami, sebagai tempat mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan kehidupan keluarganya sehari-hari,” kata Ketua Umum FSP RTMM-SPSI, Sudarto pada awak media, Kamis 25 Agustus 2022.

Baca Juga: Upaya Marcel Radhival Bongkar Trik Perdukunan Didukung MUI Pusat

Tak hanya itu, Sudarto juga berpendapat, bahwa realitas situasi kondisi dampak pandemi Covid yang belum pulih sepenuhnya, ditambah kenaikan bahan bakar minyak, dan tidak tertutupnya ancaman resesi global.

“Pemerintah harus hati-hati dan teliti dalam menetapkan kenaikan cukai hasil tembakau Tahun 2023,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga meminta agar pemerintah benar-benar memperhatikan dengan sepenuhnya atas dampak yang akan dan dapat terjadi kepada industri, khususnya terhadap terjaganya kesejahteraan pekerja, sampai kepada kepastian kelangsungan pekerjaan bagi pekerja.

Baca Juga: Anggota Brimob Ngamuk Saat Sidang Ferdy Sambo: Woy Wartawan Dengar Kalian

Kemudian, Sudarto juga menyinggung munculnya kembali desakan revisi Peraturan Pemerintah (PP) 109 Tahun 2012 tentang pengamanan bahan yang mengandung zat adiktif berupa produk tembakau bagi kesehatan.

Halaman:

Editor: Zahrul Darmawan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung Hampir Rampung

Sabtu, 28 Januari 2023 | 20:26 WIB
X