Hukumnya Sunnah Muakkadah, Kemenag Ingatkan Masyarakat Jangan Paksakan Berkurban di Tengah Wabah PMK

- Jumat, 8 Juli 2022 | 15:30 WIB
Mastuki. (Foto: Kemenag RI)
Mastuki. (Foto: Kemenag RI)

DepokToday.com - Kementerian Agama (Kemenag) mengingatkan masyarakat untuk tidak memaksakan berkurban di tengah wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Hal ini disampaikan Kepala Pusat Registrasi dan Sertifikasi Halal Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kemenag Mastuki, di Jakarta, Kamis 7 Juli 2022.

“Bagi umat Islam, menyembelih hewan kurban pada Iduladha hukumnya sunnah muakkadah. Namun demikian, umat Islam diimbau untuk tidak memaksakan diri berkurban pada masa wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK),” tutur Mastuki dalam Konferensi Pers Perkembangan Penanganan PMK seperti disitat laman resmi Kemenag.

Baca Juga: 200 Hewan Kurban di Depok Suspeck PMK, Pemkot: Kebanyakan dari Luar Daerah

Menurut Mastuki, hal ini sesuai Surat Edaran (SE) Menteri Agama No. 10 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Salat Hari Raya Iduladha dan Pelaksanaan Kurban 1443H/2022 di Masa Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

“Hal ini perlu menjadi perhatian, karena terkait juga dengan proses penyediaan daging halal,” papar Mastuki.

Tanda klinis Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).(Foto: BPMSPH Kementerian Pertanian)

“Kementerian Agama memandang penting untuk menyampaikan kepada masyarakat agar peduli dengan proses penyediaan daging halal mulai dari hulu sampai hilir,” tambahnya.

Mastuki menegaskan, beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penyediaan daging halal meliputi pemilihan hewan kurban, penyembelihan, ketersediaan juru sembelih halal (juleha) yang bersertifikat, dan memperhatikan tempat atau lokasi penyembelihan yang harus memenuhi syarat kebersihan.

Halaman:

Editor: Tidar Aira

Sumber: Kemenag RI

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X