Menag Resmikan Tosari Sebagai Kecamatan Bhinneka Tunggal Ika

- Minggu, 19 Juni 2022 | 09:25 WIB
Plakat peresmian wilayah Tosari Pasuruan sebagai Kecamatan Bhinneka Tunggal Ika oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.(Foto: kemenag.go.id)
Plakat peresmian wilayah Tosari Pasuruan sebagai Kecamatan Bhinneka Tunggal Ika oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.(Foto: kemenag.go.id)

DepokToday.com - Menteri Agama (Menag) RI, Yaqut Cholil Qoumas, meresmikan Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, sebagai Kecamatan Bhinneka Tunggal Ika

Hal ini ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Menag, serta pembacaan deklarasi kerukunan umat beragama, serta doa dari tokoh perwakilan agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Khonghucu yang tergabung dalam FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) Kabupaten Pasuruan

Dalam kesempatan itu, Menag menyampaikan rasa bangganya atas penetapan Kecamatan Tosari sebagai Kecamatan Bhineka Tunggal Ika.

Pengukuhan Kecamatan Tosari sebagai Kecamatan Bhinneka Tunggal Ika tersebut dilaksanakan di tengah-tengah penyelenggaraan Jambore Kemah Bhakti Pemuda Lintas Agama yang mengusung tema "Menyatukan Keberagaman untuk Kemaslahatan". 

Baca Juga: Tiga Kecamatan Ditunjuk Wujudkan Plastic Smart Cities di Depok

Perkemahan diikuti pemuda-pemuda lintas agama yang tergabung dalam Forum Pemuda Kerukunan Umat Beragama Kabupaten Pasuruan. Di antaranya, Banser (NU), Kokam (Pemuda Muhammadiyah), IPNU, Pecalang, Pemuda Hindu, Kristan, Katolik, Buddha, Gusdurian, Pramuka, dan Relawan Peduli Kota. 

"Indonesia ini milik kita bersama. Mari kita bergandengan tangan dalam momentum Jambore Kemah Bhakti ini. Semoga perhelatan lintas agama yang kita mulai di Pasuruan ini ke depan akan diikuti oleh daerah-daerah lain di seluruh Indonesia," ujarnya.

Menag mengungkapkan, Indonesia memiliki lebih dari 17 ribu pulau, enam agama, dan banyak agama lokal dengan berbagai suku, ras, serta adat istiadat. 

"Keragaman ini yang membuat Indonesia kuat, tegak berdiri dan merdeka. Tidak ada Indonesia jika tidak ada Islam, Hindu, Buddha, Kristen, Katolik, Khonghucu. Tidak ada Indonesia jika tidak ada Jawa, Sunda, Batak, dan lainnya. Jika kebersamaan ini terus kita jaga, maka saya yakin Indonesia ke depan akan baik-baik saja," ujar Menag.

Halaman:

Editor: Tidar Aira

Sumber: kemenag.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X